13 Januari Memperingati Hari Apa Saja? Simak Daftar Selengkapnya!

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 12 Januari 2026 | 14:28 WIB
Hari penyiaran radio publik internasional 13 Januari. (Foto/Freepik)
Hari penyiaran radio publik internasional 13 Januari. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Tanggal 13 Januari memperingati hari apa? Menarik untuk diketahui bersama bahwa ada beberapa peringatan yang diakui secara nasional maupun internasional pada tanggal 13 Januari.

Berikut daftar peringatan 13 Januari yang dirangkum BeritaNasional:

1. Hari Penyiaran Radio Publik Internasional
Setiap 13 Januari, dunia memperingati Hari Penyiaran Radio Publik Internasional sebagai bentuk penghargaan terhadap radio yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah komunikasi global.

Meski tidak tercatat sebagai hari resmi yang ditetapkan oleh lembaga internasional tertentu, peringatan ini lahir dari kesadaran kolektif akan peran radio dalam merevolusi cara manusia berkomunikasi.

Perjalanan radio tak bisa dilepaskan dari sosok Guglielmo Marconi, insinyur asal Italia yang pada 1895 berhasil melakukan transmisi radio nirkabel pertama. Penemuan tersebut menjadi tonggak awal lahirnya teknologi radio moderen.

Tak lama berselang, tepatnya pada 1906, seorang penemu asal Kanada, Reginald Fessenden, mencatat sejarah dengan melakukan siaran radio publik pertama yang berisi musik dan percakapan. Inovasi ini membuka jalan bagi radio sebagai media informasi, hiburan, dan edukasi yang menjangkau masyarakat luas.

Hingga kini, radio tetap relevan sebagai media yang cepat, murah, dan menjangkau wilayah terpencil. Peringatan ini menjadi momentum refleksi atas peran radio dalam membentuk budaya, opini publik, serta demokrasi informasi.

2. Hari HAM Nelayan dan Masyarakat Sipil
Di Indonesia, 13 Januari diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Nelayan dan Masyarakat Sipil. Peringatan ini lahir dari upaya memperkuat perlindungan hak-hak nelayan dan pekerja di sektor kelautan serta perikanan.

Momentum ini lahir usai diterbitkannya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 35 Tahun 2015, yang menekankan perlindungan HAM dalam praktik usaha perikanan, termasuk pencegahan eksploitasi tenaga kerja.

Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia memiliki jutaan nelayan dan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada laut. Namun, kenyataannya masih banyak dari mereka yang menghadapi persoalan serius, mulai dari kemiskinan, minimnya perlindungan hukum, hingga ketimpangan akses ekonomi.

Hari HAM Nelayan dan Masyarakat Sipil menjadi pengingat penting bahwa pengelolaan sumber daya laut tidak boleh mengabaikan sisi kemanusiaan. Kesejahteraan nelayan, keadilan sosial, serta keberlanjutan ekosistem laut harus berjalan beriringan.

3. Sejarah Pusat Penelitian Fisika LIPI
Pada tanggal 13 Januari 1986, pemerintah Indonesia meresmikan Pusat Penelitian Fisika di bawah naungan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Lembaga ini berperan penting dalam mendukung pembangunan nasional melalui riset pengembangan sumber daya alam berbasis ilmu fisika.

LIPI kini berubah dan bergabung dengan lembaga penelitian lintas Kementerian/Lembaga menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Momentum ini menjadi pengingat betapa pentingnya inovasi ilmu pengetahuan dalam membangun bangsa yang mandiri dan berdaya saing.

4. Hari Stiker, Ruang Ekspresi Tanpa Batas
Tak banyak yang tahu, 13 Januari juga diperingati sebagai Hari Stiker. Peringatan ini ditujukan untuk merayakan keberadaan stiker sebagai medium ekspresi visual yang telah berkembang sejak abad ke-19.

Awalnya, stiker digunakan sebagai prangko pajak dan alat penanda administratif. Seiring waktu, fungsinya berkembang menjadi sarana dekorasi, penyampai pesan, hingga media kampanye dan branding.

Di era moderen, stiker hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari stiker fisik hingga stiker digital di aplikasi pesan instan. Bagi anak-anak, stiker sering menjadi barang koleksi yang menyenangkan. Sementara bagi orang dewasa, stiker menjadi bagian dari identitas, seni, dan komunikasi visual.

Hari Stiker menjadi momen nostalgia sekaligus ajakan untuk kembali berkreasi, mengapresiasi seni sederhana yang mampu menyampaikan pesan secara cepat dan universal.

5. Hari Kedewasaan di Jepang
Beralih ke belahan dunia lain. Di Jepang, 13 Januari 2026 bertepatan dengan perayaan Hari Kedewasaan atau Seijin no Hi yang dirayakan setiap Senin kedua di bulan Januari 2026, hari ini menjadi simbol transisi menuju kedewasaan bagi mereka yang telah genap berusia 20 tahun pada tahun sebelumnya.

Para wanita mengenakan kimono tradisional bernama Furisode, sementara pria tampil dalam jas atau pakaian tradisional. Acara ini mencakup upacara formal, sesi doa, dan pesta untuk merayakan kebebasan sekaligus tanggung jawab baru yang datang bersama usia dewasa.

Tanggal 13 Januari ternyata telah terjadi begitu banyak peristiwa dan menyimpan makna tersendiri di setiap peringatannya. Tak hanya peringatan yang erat dengan kebudayaan, tapi juga peran manusia untuk terus berinovasi di bidang teknologi dan juga tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM). 

(Rep/Nissa)sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: