Instagram Klarifikasi soal Pengguna Diteror Reset Kata Sandi, Benarkah Ada Peretasan?

Oleh: Tarmizi Hamdi
Senin, 12 Januari 2026 | 14:00 WIB
Logo Instagram. (Foto/Freepik)
Logo Instagram. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Para pengguna Instagram baru-baru ini dikejutkan oleh gelombang e-mail mencurigakan yang berisi permintaan pengaturan ulang kata sandi (password reset). 

Dilansir dari TechCrunch pada Senin (12/1/2026), pihak Instagram akhirnya angkat bicara untuk mengklarifikasi situasi tersebut. Meski,  masalah itu menimbulkan kekhawatiran akan adanya peretasan massal.

Keresahan ini bermula ketika perusahaan antivirus Malwarebytes mengunggah sebuah peringatan melalui platform Bluesky. 

Dalam unggahan tersebut, mereka membagikan tangkapan layar e-mail resmi dari Instagram yang diterima oleh banyak pengguna secara tiba-tiba.

Malwarebytes mengeklaim adanya ancaman serius di balik fenomena ini. Mereka menyebut bahwa penjahat siber diduga telah mencuri informasi sensitif dari sekitar 17,5 juta akun Instagram.

Data yang bocor dikabarkan mencakup nama pengguna, alamat fisik, nomor telepon, hingga alamat e-mail.

"Data ini dilaporkan telah tersedia untuk dijual di dark web dan sangat rentan disalahgunakan oleh pelaku kriminal siber," tulis pernyataan Malwarebytes.

Menanggapi kabar yang beredar luas, Instagram memberikan pernyataan resmi melalui akun X (dahulu Twitter). 

Pihak Instagram membantah adanya peretasan sistem dan menyatakan bahwa tidak ada pelanggaran keamanan yang terjadi.

Instagram menjelaskan bahwa mereka telah mengidentifikasi dan memperbaiki celah teknis yang memungkinkan pihak eksternal memicu pengiriman e-mail pengaturan ulang kata sandi kepada pengguna tertentu.

"Kami telah memperbaiki masalah yang memungkinkan pihak luar meminta e-mail pengaturan ulang kata sandi untuk beberapa orang," tulis pernyataan resmi perusahaan.

Meski tidak memberikan detail rincian mengenai siapa "pihak eksternal" yang dimaksud atau bagaimana celah tersebut bisa muncul, Instagram memastikan bahwa pengguna yang menerima e-mail tersebut tidak perlu panik.

“Anda dapat mengabaikan e-mail-e-mail tersebut. Kami mohon maaf atas kebingungan yang terjadi,” ungkap pernyataan Instagram.

Hingga saat ini, pengguna disarankan untuk tetap waspada dan tidak mengklik tautan mencurigakan dalam e-mail jika mereka tidak merasa melakukan permintaan perubahan data secara mandiri.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: