Hari Anak Nasional 2026, Pemerintah Perkuat Program Kesehatan dan Pendidikan Anak

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 23 Juli 2026 | 05:00 WIB
Menko PMK Pratikno. (Foto/BPMI)
Menko PMK Pratikno. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Pemerintah terus memperkuat berbagai program prioritas untuk menjamin tumbuh kembang anak Indonesia menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli 2026.

Penguatan tersebut mencakup pemenuhan layanan kesehatan, peningkatan akses pendidikan, hingga penyediaan lingkungan belajar yang aman dan berkualitas bagi anak.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan Presiden Prabowo Subianto terus mendorong berbagai program yang berfokus pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) unggul dan tangguh.

Menurutnya, pemerintah berupaya memastikan seluruh anak Indonesia dapat tumbuh sehat, memperoleh tempat tinggal yang layak, serta mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas.

“Saya ingin menyampaikan bahwa pemerintah punya begitu banyak program untuk menyiapkan SDM unggul dan tangguh. Tidak ada yang tertinggal, yang di bawah desil-1 dan desil-2 juga dijamin aksesnya. Tapi di saat yang sama juga menyiapkan SDM yang kompetitif,” kata Pratikno dikutip, Kamis (23/7/2026).

Di bidang kesehatan, pemerintah terus memperluas berbagai layanan dasar sebagai fondasi pembangunan SDM unggul. Program tersebut meliputi pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG), pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD), penambahan dokter spesialis, hingga percepatan penurunan prevalensi stunting dan penanganan penyakit tuberkulosis serta lepra.

“Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, kemudian juga pembangunan RSUD besar-besaran di banyak daerah, kemudian penambahan dokter spesialis, mulai dari pendidikan spesialis yang university-based maupun hospital-based dan juga kita terus-menerus mengupayakan untuk penurunan prevalensi stunting, penanganan penyakit tuberkulosis serta lepra,” imbuhnya.

Sementara di sektor pendidikan, pemerintah terus memperluas akses layanan pendidikan berkualitas melalui sejumlah program prioritas, salah satunya Sekolah Rakyat yang memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin pada desil-1 dan desil-2.

Selain itu, pemerintah juga melanjutkan program revitalisasi sekolah di berbagai daerah guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

“Artinya untuk menjamin bahwa fasilitas sekolah menjadi baik, selain itu juga digitalisasi, distribusi IFP, interactive flat panel yang meluas di seluruh sekolah di Indonesia,” kata Pratikno.

Pemerintah juga mengembangkan program pendidikan unggulan melalui Sekolah Unggul Garuda yang ditujukan untuk mencetak talenta di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) serta kepemimpinan.

Di sisi lain, pemerintah tengah mengembangkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), yakni sekolah unggulan nonasrama yang mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA.

Pemerintah menargetkan pembangunan 100 unit SNT, dengan 17 sekolah di antaranya mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah tersebut akan menerapkan kurikulum gabungan nasional dan internasional dengan pendekatan STEAMS serta penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar.

Selain aspek kesehatan dan pendidikan, pemerintah juga terus memperkuat perlindungan anak dari berbagai tantangan sosial.

Sebagai respons atas meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) yang menyasar empat ruang utama, yakni keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital.

Menurut Pratikno, perlindungan terhadap anak tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga kesehatan mental dan psikologis anak.

“Anak-anak tidak hanya kita jamin nutrisinya saja, tapi kita juga jamin kesehatan mentalnya. Nah ruang aman dan nyaman itu menjadi penting, karena apakah kalau setiap hari terjadi kekerasan itu akan menimbulkan dampak trauma panjang bagi anak,” kata Pratikno.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: