Pemerintah Targetkan E20 Wajib Berlaku pada 2028-2029

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 21 Juli 2026 | 14:51 WIB
Petugas Pertamina melayani pengendara. Pemerintah menyetujui pencampuran etanol pada BBM. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Petugas Pertamina melayani pengendara. Pemerintah menyetujui pencampuran etanol pada BBM. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Pemerintah menargetkan kebijakan pencampuran BBM dengan etanol 20 persen atau E20 diterapkan secara wajib pada 2028-2029. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, rencana tersebut telah dibahas dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya mengurangi impor BBM.

Bahlil mengatakan pemerintah telah mengkaji penerapan kebijakan mandatory etanol sejak 2025 dan proses penyusunannya kini hampir rampung.

"Tadi juga dalam rapat dengan Bapak Presiden, memang proposal untuk etanol mandatory ini sudah kita lakukan sejak 2025 dan kajian kita sudah hampir selesai," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Selasa (21/7/2026)

Menurut dia, pemerintah menargetkan kebijakan E20 mulai diterapkan secara penuh dalam beberapa tahun mendatang.

"E20 itu dalam perencanaan yang kita akan tetapkan nanti sampai dengan 2028-2029," ujar Bahlil.

Bahlil pun berharap, penerapan E20 mampu menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM, khususnya bensin.

"Karena begitu etanol kita terapkan mandatory, maka kita bisa melakukan efisiensi atau penghematan terhadap impor BBM jadi untuk bensin," ucapnya.

Meski demikian, pemerintah tidak ingin kebutuhan etanol justru dipenuhi melalui impor. Karena itu, pemerintah akan lebih dulu membangun industri bahan bakunya di dalam negeri.

"Tetapi, kita tidak pengin begitu, kita terapkan E20 tapi etanolnya kita impor. Maka, sekarang kita mempersiapkan industrinya dulu," tegas Bahlil.

Bahlil menjelaskan, bahan baku etanol akan berasal dari komoditas lokal seperti singkong, tebu, jagung, dan beberapa komoditas lainnya. 

Selama satu hingga dua tahun ke depan, pemerintah akan fokus menyiapkan industri tersebut sebelum kebijakan E20 diberlakukan secara penuh.

"Nah industrinya di mana? Yaitu bahan bakunya adalah singkong, tebu, kemudian jagung dan beberapa komoditas lain. Nah 1-2 tahun ini kita melakukan persiapan, setelah itu kita mandatory full E20," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: