Pemerintah Targetkan Uji Coba BBM E10 Mulai 2027
BeritaNasional.com - Pemerintah Indonesia serius menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis bensin.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah menargetkan penerapan campuran etanol 10 persen ke dalam bensin (E10) mulai tahun 2027 sebagai batu loncatan menuju E20.
Bahlil menjelaskan, kajian mendalam mengenai kebijakan mandatori etanol ini sejatinya telah digodok sejak tahun 2025 lalu.
Saat ini, proses kajian tersebut sudah hampir rampung dan akan menjadi fondasi utama dalam menyusun peta jalan (roadmap) penerapan E20, yang diproyeksikan berjalan secara bertahap hingga periode 2028–2029.
"Proposal untuk etanol mandatori ini sudah kita lakukan sejak 2025 dan kajian kita sudah hampir selesai. E20 itu dalam perencanaan yang kita akan tetapkan nanti sampai dengan 2028-2029," ujar Bahlil yang dikutip dari Antara News pada Selasa (21/7/2026).
Meski berniat memangkas impor bensin, pemerintah menegaskan tidak ingin kebijakan ini justru menimbulkan masalah baru, yakni ketergantungan pada impor komoditas etanol.
Karena itu, fokus utama pemerintah dalam satu hingga dua tahun ke depan adalah membangun ekosistem industri hilirisasi dan memastikan ketersediaan bahan baku di dalam negeri.
"Kita tidak pengin begitu kita terapkan E20 tapi etanolnya kita impor. Maka, sekarang kita mempersiapkan industrinya dulu," jelas Bahlil.
Pasokan bahan baku bioetanol ini akan digenjot dari berbagai komoditas pertanian lokal, mulai dari singkong, tebu, hingga jagung.
Bahlil menyebut strategi pentahapan ini meniru kesuksesan program biodiesel berbasis kelapa sawit yang sudah berjalan matang di tanah air.
"Satu hingga dua tahun ini kita melakukan persiapan, setelah itu kita mandatory full E20," tambahnya.
Langkah ini serupa dengan peta jalan biodiesel yang sukses merangkak dari B10, B20, B30, hingga kini menembus B50.
Untuk memperkuat pasokan bahan baku, pemerintah kini tengah menyiapkan kawasan perkebunan tebu yang terintegrasi langsung dengan industri hilir.
Bahlil merujuk pada kesuksesan model industri di Brasil, di mana pabrik pengolahan memiliki fleksibilitas tinggi untuk mengubah haluan produksi sesuai dinamika pasar global.
"Begitu harga etanolnya naik, dia akan di-switch ke etanol. Tapi begitu harga gulanya naik, dia akan switch ke gula. Jadi, dua model ini akan kita lakukan dan ini sedang dilakukan pematangan terhadap beberapa industri dan perusahaan yang akan kembangkan," tandasnya.
Sumber: Antara
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







