Polisi Masih Kaji Rekayasa Lalin Imbas Proyek Pembongkaran Monorel Jakarta

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 13 Januari 2026 | 16:00 WIB
Kendaraan melintas di samping deretan tiang pancang monorel di Kawasan Kuningan (Beritanasional.com/Okeatmaja)
Kendaraan melintas di samping deretan tiang pancang monorel di Kawasan Kuningan (Beritanasional.com/Okeatmaja)

BeritaNasional.com - Ditlantas Polda Metro Jaya tengah mengkaji rekayasa lalu lintas menyusul rencana pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin menjelaskan, rekayasa lalu lintas dimungkinkan untuk mengatur arus kendaraan yang akan terdampak akibat proyek pembongkaran monorel tersebut.

"Dimungkinkan akan ada rekayasa. Masih kami kaji," ujar Komarudin saat dihubungi, Selasa (13/1/2026).

Senada dengan itu, Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados mengatakan, untuk saat ini masih dilakukan pembahasan dengan Pemprov DKI Jakarta terkait lokasi mana yang perlu dilakukan rekayasa lalu lintas.

"Pastinya ada, namun saat ini kami masih rapat bersama pihak pemprov DKI untuk kesiapan kesiapan pelaksanaan pembongkaran tiang tersebut," tutur Robby.

Sekedar informasi, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengumumkan telah menyiapkan dana Rp 100 miliar untuk penataan dan pembongkaran tiang monorel yang dilaksanakan, Rabu (14/1/2026) besok. 

"Saya juga ingin meluruskan dalam kesempatan ini Rp 100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar, tetapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan dan sebagainya biaya keseluruhan untuk memperbaiki jalan Rasuna Said itu angkanya Rp 100 miliar," ujar Pramono di Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Sementara itu dari data Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta pembongkaran monorel akan dilakukan di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel). Tercatat akan ada 98 tiang yang dibongkar dan ditargetkan selesai pada September 2026.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: