Pekerja Lapangan Wajib Lakukan Pencegahan Penyakit saat Cuaca Ekstrem dan Banjir
BeritaNasional.com - Di tengah cuaca ekstrem dan juga banjir di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta yang tetap disibukkan dengan berbagai aktivitas, penting bagi pekerja lapangan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan akan kondisi kesehatan serta mencegah tertularnya berbagai penyakit serius.
Pesan ini disampaikan Dosen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas YARSI dr. Wan Nedra Komaruddin. Menurutnya, pekerja lapangan seperti wartawan, kurir ekspedisi, dan petugas teknis lainnya memiliki risiko kesehatan lebih tinggi karena sering terpapar air hujan dan banjir yang kotor.
“Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan,” kata Wan Nedra ketika dihubungi Antara di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Pemilik Klinik Asshomadiyah Medicare Centre ini menjelaskan, leptospirosis merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena disebabkan bakteri dari urine tikus atau hewan lain yang mencemari air banjir. Bakteri tersebut dapat masuk melalui luka kecil di kulit dan menyebabkan demam tinggi, nyeri otot, hingga gangguan ginjal dan hati bila tidak segera ditangani.
Selain itu, kata Wan Nendra, kontak berkepanjangan dengan air kotor juga dapat memicu infeksi kulit seperti dermatitis, bisul, dan jamur, serta meningkatkan risiko diare dan tifus akibat bakteri dan virus yang masuk ke saluran pencernaan.
Kemudian, lanjut Wan Nendra, kondisi lembap dan dingin dalam waktu lama juga turut meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, termasuk flu, bronkitis, dan pneumonia.
Ia pun menekankan langkah paling penting yang harus dilakukan pekerja lapangan setelah terpapar air banjir adalah membersihkan diri sesegera mungkin.
“Segera mandi dengan air bersih dan sabun, terutama di bagian tubuh yang kontak langsung dengan air banjir. Luka sekecil apapun harus dibersihkan dan diberi antiseptik,” ujarnya.
Wan Nendra juga menyarankan pekerja segera mengganti pakaian dan alas kaki yang basah, serta membersihkan perlengkapan kerja seperti sepatu bot dan sarung tangan agar tidak menjadi sumber penularan penyakit. Dan jika dalam beberapa hari muncul gejala seperti demam, nyeri otot, diare, atau luka bernanah, diimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Untuk pencegahan, Wan Nedra merekomendasikan penggunaan alat pelindung diri seperti sepatu bot tahan air, sarung tangan, jas hujan, serta membawa perlengkapan pribadi berupa sabun antiseptik dan kaus kaki cadangan. Dianjurkan juga mengonsumsi vitamin C, vitamin B kompleks, zinc, dan multivitamin guna menjaga daya tahan tubuh.
Selain itu, dia menyarankan pekerja lapangan membawa obat-obatan dasar seperti antiseptik luka, obat antijamur, obat diare, oralit, serta memastikan status vaksin tetanus masih terlindungi.
“Persiapan yang baik dan kebiasaan hidup bersih sangat penting agar pekerja lapangan tetap sehat, aman, dan produktif meski harus bekerja di kondisi cuaca ekstrem,” imbau Ketua Pengurus Daerah Nahdlatul Ulama (PDNU) Jakarta Raya ini.
Sumber: Antara
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






