AS Jual Minyak Venezuela Rp8,45 Triliun
BeritaNasional.com - Amerika Serikat (AS) mengaku sudah menyelesaikan penjualan pertama minyak Venezuela senilai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8,45 triliun. Hal ini diungkapkan seorang pejabat pemerintahan AS.
Pejabat AS tersebut berbicara kepada CNN mengatakan, penjualan minyak lebih lanjut diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari dan pekan ke depan.
Awal bulan ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, pihaknya berniat untuk mengakses cadangan minyak Venezuela, yang merupakan terbesar di dunia, menyusul intervensi militer AS di negara Amerika Latin tersebut serta penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Meskipun tidak jelas dari mana angka tersebut berasal, Trump pada menyatakan 9 Januari bahwa industri minyak akan menyumbang setidaknya 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.690 triliun untuk memperbaiki sektor energi Venezuela yang rusak.
Ia juga mencatat bahwa AS akan mengekspor 30 hingga 50 juta barel minyak Venezuela bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan AS.
Sebelumnya, para eksekutif energi AS yang menghadiri pertemuan di Gedung Putih mempertanyakan rencana pemerintahan untuk memanfaatkan minyak Venezuela.
“Ini tidak layak untuk diinvestasikan,” kata CEO ExxonMobil Darren Woods dengan nada yang memperingatkan para pejabat saat membahas tantangan berbisnis di Venezuela.
“Ada sejumlah kerangka hukum dan komersial yang harus dibangun terlebih dahulu hanya untuk memahami potensi imbal hasil dari investasi tersebut,” sambungnya.
Sementara itu, rincian mengenai penjualan minyak pertama tersebut masih belum jelas hingga Rabu (14/1).
Adapun Juru Bicara Gedung Putih Taylor Rogers dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip CNN, mengatakan bahwa tim Presiden Trump telah memfasilitasi diskusi dengan perusahaan minyak terkait pemulihan infrastruktur minyak yang terdapat di Venezuela.
Sumber: Antara

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







