Pelemahan Rupiah Disebut Masih Acceptable bagi Investor Asing

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:19 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani. (Foto/BPMI)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com -  Pelemahan rupiah dinilai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani, masih berada dalam kisaran wajar yang dapat diterima oleh investor. 

Menurutnya pergerakan dolar Amerika Serikat memang tidak selalu meningkat secara linear, melainkan naik dan turun secara dinamis. 

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah sempat melemah 0,15% ke level Rp16.880 per dolar AS. Posisi ini menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang masa.

"Saya melihat (pelemahan rupiah) ini masih dalam range yang sangat diterima oleh investor luar," ungkap Rosan di kantor BKPM Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Ia berpendapat para investor sudah memperhitungkan risiko pergerakan nilai tukar saat memutuskan menanamkan modal di Indonesia.

Tren pelemahan ini tidak menjadi penghalang bagi investor asing untuk menanamkan modalnya.

"Ya, sebetulnya ini kan kalau kita lihat, ini karena kan USD itu kan bukan satu kenaikan yang meningkat terus, ini kan masih naik turun, dan saya melihatnya ini masih dalam range yang sangat acceptable oleh investor luar juga".sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: