Pendidikan Seksual Sejak Dini Berperan Penting Guna Cegah Penyimpangan

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Jumat, 16 Januari 2026 | 02:00 WIB
Anak perlu diberi pendidikan seksual sejak dini (Foto/Pixabay)
Anak perlu diberi pendidikan seksual sejak dini (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Pakar Andrologi, Seksologi, dan Anti Aging dari Universitas Udayana Prof Wimpie Pangkahila mengatakan, sangat penting bagi orangtua dalam memberikan pendidikan seksual sejak dini. Hal ini jadi upaya mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.

Menurut dia, pendidikan seksual dalam keluarga memegang peranan penting terutama di tengah maraknya informasi keliru dan menyesatkan di media sosial.

“Orangtua jangan meninggalkan anaknya, apalagi tiap hari anaknya nonton media sosial. Jadi pendidikan seks dalam keluarga sangat perlu, berikan penjelasan kepada anaknya,” kata Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And.,Subsp.SAAM.

Orangtua perlu memberikan pendidikan seksual kepada anak sesuai usianya, Wimpie mencontohkan orangtua sesekali saat memandikan anak misalnya pada anak laki-laki diperhatikan perkembangan organ kelamin tumbuh dengan normal atau tidak.

Sementara pada anak perempuan, pertanyaan seputar menstruasi atau perubahan fisik seperti jerawat juga merupakan bentuk pendidikan seksual yang tidak langsung.

“Di situ dari pengalaman saya banyak sekali orangtua memperhatikan itu, 'Kok anak saya ini enggak tumbuh-tumbuh misalnya penisnya, kok kecil dibandingkan teman-teman seumurnya?'. Itu salah satu cara yang sederhana sebetulnya yang bisa dilakukan orangtua,” tutur dia.

Prof Wimpie menyampaikan orientasi seksual dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik bawaan sejak lahir maupun lingkungan pergaulan. 

Kondisi yang bersifat bawaan lahir tidak dapat diubah. Sedangkan perilaku yang terbentuk dari lingkungan bisa muncul akibat interaksi tertentu.

“Kalau soal gay gitu, bisa memang bawaan dari lahir. Tapi dari pergaulan sekarang kelihatannya banyak itu gay, karena satu kos misalnya akhirnya melakukan hubungan homoseksual, tapi gaya sehari-harinya biasa saja enggak tampak, kalau itu ya karena lingkungan,” tutur dia.

Prof Wimpie juga mengatakan, lingkungan keluarga yang harmonis berperan penting dalam mendukung perkembangan anak terutama secara psikologis.

Jika kondisi rumah tangga yang tidak harmonis hingga membuat anak memiliki pengalaman masa kecil yang diwarnai konflik atau kekerasan dalam keluarga berpotensi mengalami tekanan psikologis yang bisa menjadi pemicu memengaruhi penyimpangan seksual anak di masa depan.

"Mungkin waktu kecil si anak itu melihat bapaknya melakukan kekerasan terhadap ibunya sehingga dia merasa 'aku harus membela ibu, aku sama dengan ibu'. Karena itu dalam mendidik anak, keharmonisan keluarga harus diperhatikan,” ujar Wimpie.

“Kalau mau bertengkar jangan di depan anak, bisa masuk ke kamar kunci baru berantem di kamar supaya anaknya enggak nonton. Yang penting itu menjaga anak dalam masa pertumbuhannya supaya betul-betul normal,” tambahnya.

Sumber: Antara
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: