Pencarian Pesawat MH370, Area 7.000 Km Persegi Samudra Hindia Disisir

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 21 Januari 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi pesawat maskapai Malaysia Airlines MH370. (Foto/Dok Malaysia Airlines)
Ilustrasi pesawat maskapai Malaysia Airlines MH370. (Foto/Dok Malaysia Airlines)

BeritaNasional.com - Upaya pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 di Samudra Hindia bagian selatan terus berlanjut. 

Hingga pertengahan Januari 2026, tim pencari dilaporkan telah menyisir area dasar laut seluas lebih dari 7.000 kilometer (km) persegi. Namun, hingga kini, belum ada tanda-tanda penemuan signifikan.

Berdasarkan laporan terbaru dari Asosiasi Keluarga Penumpang dan Awak MH370 yang dikutip kantor berita Bernama, operasi yang menggunakan kapal Armada 8605 ini telah mencakup wilayah seluas 7.236,40 kilometer persegi hingga tanggal 15 Januari lalu.

Pencarian fase terbaru ini difokuskan pada sektor busur ke-7 (7th arc) Samudra Hindia. Untuk menembus kedalaman laut, tim mengandalkan teknologi mutakhir berupa tiga unit Kendaraan Bawah Air Otonom (AUV) bernama Hugin.

Robot bawah air ini bekerja secara sistematis untuk memetakan dasar laut dan mencari puing-puing pesawat. Meski sempat berjalan lancar tanpa gangguan sejak awal Januari, operasi terpaksa dihentikan sementara pada 15 Januari akibat cuaca buruk yang ekstrem di lokasi pencarian.

Pencarian ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Pemerintah Malaysia dengan Ocean Infinity, perusahaan eksplorasi bawah laut asal Inggris. Perjanjian ini menjadi harapan baru bagi keluarga korban setelah bertahun-tahun misteri hilangnya pesawat tersebut belum terpecahkan.

"Operasi terus berjalan secara sistematis di area yang telah ditentukan. Hasil selanjutnya sangat bergantung pada survei yang berkelanjutan dan kondisi cuaca yang mendukung," tulis laporan ringkasan kemajuan operasi tersebut.

Tragedi Penerbangan Terbesar Dunia

Tragedi MH370 tetap menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah penerbangan dunia. Pesawat yang membawa 239 orang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing tersebut hilang dari radar pada 8 Maret 2014.

Hingga kini, keluarga penumpang dan awak pesawat masih terus menanti kepastian terkait keberadaan mereka sembari berharap teknologi terbaru dari Ocean Infinity mampu memberikan jawaban konklusif.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: