Viral Es Kue Diduga Berbahan Spons di Jakpus, Ini Hasil Pengecekan Polisi

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 25 Januari 2026 | 13:14 WIB
Viral es kue diduga berbahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat. (BeritaNasional/Bachtiar)
Viral es kue diduga berbahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat. (BeritaNasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Polres Metro Jakarta Pusat bergerak cepat menindaklanjuti laporan viral dugaan penjualan es kue yang diduga terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau biasa dikenal sebagai material busa kasur maupun spons cuci.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, timnya segera ke lokasi setelah menerima aduan dari call center 110 di lokasi Utan Panjang, Kemayoran, Sabtu (24/1/2026) kemarin.

“Begitu informasi diterima, kami langsung bergerak cepat melakukan pengecekan ke lokasi. Barang dagangan milik pedagang kami amankan untuk diuji lebih lanjut, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas,” jelas Roby dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).

Roby menjelaskan, hasil dari pemeriksaan oleh Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar dan coklat meses dipastikan aman dan layak dikonsumsi.

“Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas. Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya,” tegasnya.

“Namun untuk menjamin ketenangan publik dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah. Kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk hasil resmi masih menunggu proses uji,” sambung dia.

Selain mengambil sampel dari pedagang yang sempat diamankan, Roby mengatakan, pihaknya juga melakukan penelusuran sampai ke tempat produksi es kue yang berlokasi di daerah Depok, Jawa Barat.

“Hasilnya tetap konsisten tidak ada penggunaan bahan berbahaya maupun material spons PU Foam, sebagaimana isu yang beredar luas di media sosial,” terangnya.

Karena seluruh pemeriksaan dinyatakan aman, Roby mengatakan untuk pedagang atas nama Suderajat telah dipulangkan kembali ke rumahnya di Depok. Polisi juga memberikan uang atas barang dagangan sebagai ganti, karena sempat diamankan untuk pemeriksaan.

“Kami memahami bahwa pedagang kecil sangat bergantung pada hasil jualan hariannya. Karena itu, sebagai wujud empati, kami mengganti kerugian atas barang dagangan yang harus diuji. Kami ingin memastikan masyarakat terlindungi, tetapi juga tidak ada pihak yang dirugikan,” ujar Roby.

Dalam kesempatan ini, Roby turut mengimbau masyarakat tetap bijak mengolah Informasi, agar tidak mudah percaya untuk menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Isu seperti ini cepat sekali viral di media sosial, padahal belum tentu benar. Kami minta masyarakat lebih bijak, cek faktanya terlebih dahulu. Bila menemukan dugaan pelanggaran, segera laporkan melalui Call Center 110 agar dapat ditangani dengan benar,” pungkasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: