SpaceX Ajukan Izin Luncurkan 1 Juta Satelit Pusat Data AI ke Luar Angkasa

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi satelit Starlink. (Foto/Freepik)
Ilustrasi satelit Starlink. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - SpaceX mengentak dunia antariksa dengan mengajukan permohonan ambisius kepada Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat (AS). Perusahaan milik Elon Musk ini berencana meluncurkan hingga 1 juta satelit bertenaga surya yang dirancang khusus sebagai pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di orbit bumi.

Dilansir dari TechCrunch pada Minggu (1/2/2026), SpaceX memaparkan visi futuristik yang melampaui sekadar koneksi internet. 

Mereka mengeklaim konstelasi raksasa ini adalah solusi paling efisien untuk memenuhi ledakan permintaan komputasi AI secara global.

Tak tanggung-tanggung, SpaceX menyebut proyek ini sebagai batu loncatan bagi manusia untuk menjadi Peradaban Tipe II pada Skala Kardashev. 

Sebagai informasi, ini adalah level peradaban yang mampu memanfaatkan seluruh energi dari bintang induknya (Matahari).

"Ini adalah langkah awal menuju masa depan umat manusia di antara bintang-bintang," tulis SpaceX dalam dokumennya.

Meski terdengar revolusioner, rencana ini diprediksi akan menemui jalan terjal. 

Media teknologi The Verge menilai angka satu juta satelit tersebut kemungkinan besar hanyalah taktik negosiasi awal. 

Saat ini, FCC bersikap cukup ketat, dari 14.988 satelit Starlink tambahan yang diusulkan sebelumnya, perizinan ribuan di antaranya masih ditangguhkan.

Selain masalah birokrasi, ancaman polusi ruang hampa juga menghantui. Berdasarkan data Badan Antariksa Eropa (ESA), saat ini terdapat sekitar 15.000 satelit yang mengorbit bumi.

Penambahan jutaan satelit baru dikhawatirkan akan memperparah masalah puing antariksa yang sudah kritis.

Langkah SpaceX ini dilakukan di tengah kesulitan pesaingnya, Amazon, yang sedang meminta perpanjangan waktu untuk meluncurkan 1.600 satelit mereka karena kekurangan roket peluncur.

Di sisi lain, manuver bisnis Elon Musk di balik layar juga tengah memanas. SpaceX dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan dua perusahaan Musk lainnya, yaitu Tesla dan xAI, sebelum akhirnya melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana (IPO). 

Jika ini terjadi, integrasi antara satelit pusat data dan pengembangan AI milik Musk akan menjadi kekuatan teknologi yang belum pernah ada sebelumnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: