Kantongi Izin FAA, SpaceX Siap Luncurkan Uji Coba Roket Starship Ke-13 Lusa

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 14 Juli 2026 | 16:00 WIB
Ilustrasi gedung dan tempat peluncuran misi SpaceX. (Foto/Dok SpaceX)
Ilustrasi gedung dan tempat peluncuran misi SpaceX. (Foto/Dok SpaceX)

BeritaNasional.com - SpaceX resmi mengumumkan rencana uji terbang roket raksasa Starship ke-13 pada Kamis (16/7/2026) waktu setempat. 

Pengumuman yang dirilis pada Senin (13/7/2026) ini menandai langkah penting berikutnya dalam ambisi perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk tersebut dalam menciptakan sistem peluncuran roket.

Misi bertajuk Flight 13 ini akan fokus melanjutkan pengujian performa sistem wahana Starship Versi 3 teranyar serta pendorong roket (booster) Super Heavy. 

SpaceX menargetkan serangkaian fase krusial bagi pendorong Super Heavy, mulai peluncuran yang mulus, fase menanjak, pemisahan tahap roket, pembakaran mesin untuk kembali, hingga manuver pendaratan terkontrol di area lepas pantai Teluk Meksiko.

Sementara itu, bagian atas roket Starship mengemban misi ambisius lainnya. Wahana ini akan mencoba melepaskan 20 unit satelit Starlink V3 generasi terbaru ke orbit. 

Setelah itu, Starship dijadwalkan menyalakan kembali salah satu mesin Raptor saat berada di luar angkasa, melakukan simulasi menembus atmosfer bumi (re-entry), hingga melakukan pendaratan terkontrol di Samudra Hindia.

Selain pengujian teknis tersebut, penerbangan kali ini juga menjadi ajang eksperimen untuk menguji peningkatan pada sistem perisai panas roket.

Teknologi ini sangat vital agar roket tangguh menghadapi suhu ekstrem saat kembali ke bumi sehingga bisa langsung digunakan kembali dalam waktu cepat.

Belajar dari Kegagalan Uji Coba Ke-12

Peluncuran ini menjadi ajang pembuktian setelah uji coba ke-12 yang digelar pada 22 Mei lalu tidak berjalan mulus. 

Saat itu, pendorong Super Heavy gagal melakukan pembakaran balik pasca-pemisahan roket, yang menyebabkan pendorong raksasa tersebut jatuh dan menghantam keras perairan Teluk Meksiko.

Insiden itu sempat membuat Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) turun tangan dan mewajibkan SpaceX menggelar investigasi mendalam terkait kegagalan fungsi pendorong tersebut.

Kabar baik bagi SpaceX datang pada Senin lalu setelah FAA resmi mengumumkan penutupan investigasi kecelakaan tersebut. 

Keputusan ini otomatis membuka jalan hijau bagi peluncuran Flight 13 dengan syarat SpaceX memenuhi seluruh aspek keselamatan dan perizinan yang berlaku.

Berdasarkan laporan akhir investigasi yang diawasi oleh FAA, ada dua faktor utama yang diduga menjadi penyebab hancurnya pendorong Super Heavy pada Mei lalu. 

Pertama, adanya efek panas ekstrem pada komponen sistem propulsi selama fase roket menanjak. Kedua, adanya kesalahan konfigurasi pada sistem alarm mesin roket.

Guna mengantisipasi agar kegagalan serupa tidak terulang, SpaceX telah merumuskan empat langkah perbaikan operasional, yang mencakup pembaruan konfigurasi pada perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software) roket.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: