Kesal Karena Beras Kamu Berkutu? Simak Penyebabnya di sini

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 05 Februari 2026 | 17:45 WIB
Ilustrasi kutu beras (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi kutu beras (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Siapa yang tidak jengkel melihat beras yang kita simpan rapat tetapi masih saja muncul kutu? Permasalahan ini sering dihadapi oleh kita yang sebetulnya menyimpan beras terlalu lama. Sering sekali jadi pertanyaan dari mana datangnya kutu beras? padahal kita sudah menyimpannya di tempat yang tertutup dan higienis. 

Ayo kita cari tahu dari mana datangnya serangga bernama latin Sitophilus oryzae tersebut.

Asal-usul kutu beras dalam kemasan

Salah satu penyebab utama munculnya kutu beras bahkan pada beras baru karena keberadaan telur kutu yang tidak terlihat. Telur-telur kutu berada dalam butiran beras sejak proses panen atau pengolahan. Jika diperhatian lebih detil dalam butiran beras ada lubang kecil. Namun sebenarnya lubang kecil ini sulit terlihat secara kasat mata.

Nah lubang tersebut tidak terjadi secara alami, tapi dibuat oleh kutu betina untuk meletakkan telurnya di dalam, sehingga telur tidak terlihat dari luar. Telur kutu beras berukuran sangat kecil lebih kecil dari lubang yang dibuat oleh induk kutu. Selanjutnya dalam waktu 3-7 hari telur menetas dan menjadikannya larva. Larva  akan hidup dan berkembang di dalam butiran beras, memakan isinya, sebelum akhirnya menjadi kutu dewasa.

Kutu dewasa yang umumnya berwarna hitam ini merupakan hasil dari penetasan telur yang sudah ada di dalam beras sejak sebelum kemasan beras dibuka.

Penyimpanan yang buruk percepat munculnya kutu beras

Meski pun telur kutu beras sudah ada dalam kemasan beras jauh sebelum kemasan beras dibuka, cara penyimpanan yang tidak tepat membuat kutu lebih cepat berkembang biak. Kutu beras berkembang biak dengan cepat dalam lingkungan yang hangat dan lembap. Suhu yang jadi favorit kutu berkembang biar yakni antara 25 hingga 30 derajat Celsius, dengan kelembapan tinggi.

Tapi bila beras disimpan dengan suhu di bawah 17 derajat Celsius, kutu beras akan kesulitan bertahan hidup. Kemudian tempat penyimpanan yang tidak kedap udara dan berdebu juga dapat memicu kemunculan kutu.

Beras terkontaminasi sumber makanan lain 

Kutu beras ternyata dapat menyelinap masuk dari sumber lain melalui kontaminasi silang. Kontaminasi ini dapat terjadi jika beras disimpan berdekatan dengan bahan makanan kering lain yang sudah terinfeksi kutu. Kutu dewasa memiliki kemampuan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Jangan simpan beras di tempat tak kedap udara

Kutu beras sangat jago mencari celah untuk berkembang biak. Kemasan beras yang memiliki kerusakan kecil dapat menjadi pintu masuk bagi kutu beras. Meskipun beras terlihat baru dan tersegel, celah kecil pada kemasan dapat memungkinkan kutu dewasa masuk dan bertelur.

Siklus hidup kutu beras

Tahukah kamu kutu beras memiliki siklus hidup yang cepat. Ini memungkinkan populasinya berkembang biak dalam waktu singkat. Kutu betina dapat bertelur antara 2 hingga 6 butir setiap hari. Selama masa hidupnya, seekor kutu betina mampu menghasilkan ratusan telur.

Telur-telur ini menetas menjadi larva dalam beberapa hari, kemudian larva hidup di dalam butiran beras selama sekitar 15-18 hari. Setelah itu, larva berubah menjadi pupa dan akhirnya berubah menjadi kutu dewasa.

Kecepatan reproduksi ini berarti bahwa bahkan jika hanya ada sedikit telur yang tidak terlihat pada beras baru, populasi kutu dapat meningkat secara signifikan dalam beberapa minggu.

Itulah asal-usul datangnya kutur beras. Mulai sekarang simpanlah beras di tempat yang tepat agar kutu gagal berkembang biak.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: