Utut Sebut AS Berpotensi Jadi Leader ISF BoP di Gaza

Oleh: Panji Septo R
Selasa, 10 Februari 2026 | 17:28 WIB
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto beri keterangan pers di Jakarta. (BeritaNasional/Panji)
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto beri keterangan pers di Jakarta. (BeritaNasional/Panji)

BeritaNasional.com -  Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengungkap dugaan terkait negara yang berpotensi memimpin Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) dalam kerangka Board of Peace (BoP). 

Utut memperkirakan Amerika Serikat (AS) akan menempati posisi tersebut.

“Jadi ini tentu leader-nya dugaan saya, saya juga belum mendengar, dugaan saya pasti USA. Yang bisa membuat Israel nurut kan USA,” ujar Utut di kompleks parlemen Senayan Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Ia menyatakan upaya Indonesia mendukung Palestina selama ini dinilai konsisten, mulai dari aksi solidaritas hingga diplomasi. 

“Kalau kita selama ini terima kasih sudah mendukung semua termasuk teman-teman berkali-kali kita melakukan reli, pawai, mendukung Palestina,” ucapnya.

Menurut Utut, penugasan ISF menjadi langkah teknokratis yang paling realistis dalam mendorong stabilisasi Gaza. 

“Ini jalannya, ini teknokratisnya, ini the way-nya membuat itu. Tentu tidak bisa sebebas dan semau yang kita inginkan, ini adalah titik kompromi yang paling memungkinkan kalau dari saya itu,” tuturnya.

Ia juga menegaskan keterlibatan Indonesia di ISF merupakan mandat konstitusional terkait upaya menjaga perdamaian dunia.

“Kalau dari sisi kami, kami sudah berkali-kali menjelaskan ini sesuai dengan Undang-Undang Dasar, menjaga ketertiban dan perdamaian dunia,” ucapnya.

Ia menyampaikan hampir seluruh fraksi mendukung pemulihan serta kemerdekaan Palestina. 

“Hampir semua partai menyetujui kemerdekaan Palestina itu adalah hak mereka"

Ia juga menegaskan pesan Presiden yang dianggap sangat penting dalam arah kebijakan BoP.

“Tetapi ada statement penting dari Bapak Presiden, bukan sekadar kemerdekaan Palestina tetapi juga pengakuan dan hidup damai berdampingan, two-state solution,” tukasnya.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: