Spurs Terpuruk, Masa Depan Thomas Frank di Ujung Tanduk

Oleh: Harits Tryan
Rabu, 11 Februari 2026 | 10:00 WIB
Pelatih Kepala Tottenham Hotspur Thomas Frank. (Foto/Dok Tottenham)
Pelatih Kepala Tottenham Hotspur Thomas Frank. (Foto/Dok Tottenham)

BeritaNasional.com - Tekanan terhadap manajer Tottenham Hotspur, Thomas Frank, semakin besar usai timnya menelan kekalahan 1-2 dari Newcastle United pada laga lanjutan Liga Inggris di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB. Kekalahan tersebut memperpanjang tren negatif Spurs yang kini tanpa kemenangan dalam delapan pertandingan liga terakhir.

Situasi semakin memanas ketika suporter Tottenham mulai menyanyikan nama mantan pelatih Mauricio Pochettino pada awal babak kedua. Bahkan, di akhir laga, Frank mendapat cemoohan keras dari pendukung tuan rumah yang meneriakkan chant “You’re getting sacked in the morning”, sebuah sinyal kuat ketidakpuasan terhadap kinerja sang pelatih.

Kondisi ini membuat masa depan Frank berada dalam sorotan tajam. Tottenham hanya meraih dua kemenangan dari 17 laga terakhir Liga Inggris dan mengoleksi 12 poin dalam periode tersebut. Spurs kini berada dua peringkat di atas zona degradasi, dengan keunggulan lima poin dari tim yang berada di posisi terbawah, setelah hasil imbang West Ham United dan Manchester United.

Meski demikian, manajemen Tottenham diyakini masih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Para petinggi klub menyadari bahwa masalah yang dihadapi Spurs bersifat struktural dan telah ada sebelum Frank menjabat. Stabilitas menjadi alasan utama mengapa klub sejauh ini enggan mengambil langkah ekstrem.

Frank sendiri menegaskan keyakinannya bahwa ia masih orang yang tepat untuk menangani Tottenham. Pelatih asal Denmark itu menolak anggapan bahwa dirinya semata menjadi penyebab krisis tim.

“Saya yakin saya akan tetap melatih. Mudah untuk menunjuk satu orang, tetapi ini bukan hanya tentang pelatih, pemilik, direktur, pemain, atau staf. Ini tentang semua pihak,” ujar Frank dikutip dari ESPN.

Ia juga menyoroti badai cedera yang menimpa timnya, dengan lebih dari 11 pemain harus menepi, sebagai faktor besar yang memengaruhi performa Spurs musim ini.

Tottenham sejatinya sempat mencatat hasil positif di kompetisi Eropa dengan lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Namun, jika penurunan performa di kompetisi domestik terus berlanjut, ancaman degradasi menjadi risiko nyata—sesuatu yang belum pernah dialami klub dalam era modern Liga Inggris.

Dalam laga kontra Newcastle, Spurs tampil lambat sejak awal. Gol Joe Willock sempat dianulir VAR karena offside, namun Newcastle akhirnya unggul lewat gol Malick Thiaw di masa tambahan waktu babak pertama. Archie Gray sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-64, tetapi Newcastle kembali unggul empat menit berselang melalui Jacob Ramsey.

Menariknya, manajer Newcastle Eddie Howe justru memberikan pembelaan terhadap Frank. Menurutnya, krisis cedera yang dialami Tottenham membuat situasi menjadi sangat sulit.

“Daftar pemain yang mereka kehilangan luar biasa. Saya pikir Thomas Frank adalah manajer yang hebat dan memiliki semua kualitas untuk sukses di klub ini. Saya harap dia diberi waktu,” kata Howe.

Tottenham kini memiliki jeda 12 hari sebelum laga berikutnya melawan Arsenal. Pertandingan tersebut berpotensi menjadi penentu nasib Thomas Frank di kursi pelatih Spurs.

Sumber: ESPNsinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: