Jumlah Penduduk Miskin Jakarta per September 2025 Turun Jadi 439 Ribu Orang
BeritaNasional.com - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat, jumlah penduduk miskin di Jakarta pada September 2025 mencapai 439,12 ribu orang. Angka tersebut turun 0,25 persen poin dibandingkan Maret 2025.
Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan, tingkat kemiskinan Jakarta pada September 2025 tercatat sebesar 4,03 persen.
Angka ini lebih rendah dibandingkan Maret 2025 dan menurun 0,11 persen poin dibandingkan September 2024 yang sebesar 4,14 persen.
"Membaiknya beberapa indikator makro ekonomi mendorong berkurangnya jumlah penduduk miskin pada periode Maret 2025-September 2025," kata Kadarmanto dalam keterangan resminya, Rabu (11/2/2026).
"Jumlah penduduk miskin pada September 2025 mencapai 439,12 ribu orang, atau berkurang sebesar 25,75 ribu orang dibandingkan Maret 2025," tambah dia.
Kemudian, tingkat kemiskinan Jakarta pada September 2025 menjadi yang terendah sejak pandemi Covid-19 melanda.
Meski demikian, angka tersebut masih belum kembali ke posisi sebelum pandemi.
Selain itu, BPS juga mencatat garis kemiskinan di DKI Jakarta pada September 2025 sebesar Rp897.768 per kapita per bulan.
Angka tersebut naik 5,28 persen dibandingkan Maret 2025 yang tercatat sebesar Rp852.768 per kapita per bulan.
Komponen garis kemiskinan masih didominasi oleh kebutuhan makanan dengan kontribusi sebesar 69,30 persen, sedangkan garis kemiskinan bukan makanan sebesar 30,70 persen.
Untuk komoditas makanan, beras menjadi penyumbang terbesar terhadap garis kemiskinan makanan dengan kontribusi 24,44 persen.
Sementara itu, dari komoditas bukan makanan, perumahan menjadi penyumbang terbesar terhadap garis kemiskinan bukan makanan dengan kontribusi 38,55 persen, disusul listrik sebesar 14,16 persen.
"Dengan besaran garis kemiskinan di Jakarta sebesar Rp897.768 per kapita per bulan dan rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin sebanyak 5-6 orang, maka secara rata-rata, garis kemiskinan per rumah tangga pada September 2025 sebesar Rp4.578.617 per bulan, naik sebesar 9,57 persen dibandingkan kondisi Maret 2025 sebesar Rp4.178.563," jelasnya.
Seiring dengan penurunan tingkat kemiskinan, ketimpangan pengeluaran atau gini rasio di DKI Jakarta juga tercatat menurun.
BPS menilai kondisi tersebut didukung oleh pertumbuhan ekonomi Jakarta, peningkatan konsumsi rumah tangga, serta inflasi yang relatif terkendali sepanjang 2025.
"Secara umum, penyaluran program bantuan sosial oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama periode Maret-September 2025 berjalan tepat waktu tanpa keterlambatan," tandas dia.
TEKNOLOGI | 21 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 17 jam yang lalu
OLAHRAGA | 13 jam yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 19 jam yang lalu







