Pentagon Siapkan Kerahkan Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Kamis, 12 Februari 2026 | 20:00 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto/X Donald J Trump)
Presiden AS Donald Trump (Foto/X Donald J Trump)

BeritaNasional.com - Pentagon dilaporkan aktif merencanakan pengerahan kelompok tempur kapal induk kedua ke Timur Tengah, menurut laporan yang mengutip tiga pejabat Amerika Serikat.

Persiapan tersebut dilakukan di tengah pernyataan Presiden Donald Trump yang membayangi negosiasi dengan Iran dengan kemungkinan perang.

Trump mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah. Salah satu pejabat yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan kepada harian The Wall Street Journal bahwa perintah pengerahan dapat dikeluarkan dalam hitungan jam.

Para pejabat itu mengatakan, presiden belum secara resmi memberikan perintah pengerahan. Namun, Pentagon telah menyiapkan kelompok tempur tersebut untuk diberangkatkan, kemungkinan dari Pantai Timur, dalam waktu dua pekan.

The Wall Street Journal melaporkan, kapal induk USS George H.W. Bush saat ini tengah menjalani latihan di lepas pantai Virginia. Mengutip para pejabat yang juga meminta namanya dirahasiakan, laporan itu menyebutkan bahwa latihan tersebut dapat dipercepat.

Amerika Serikat telah secara signifikan meningkatkan kehadiran militer di Timur Tengah seiring peringatan Trump kepada Iran agar mencapai kesepakatan. Sebelumnya, AS telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dari Laut China Selatan.

Trump sebelumnya, menggelar pertemuan tertutup dengan kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu. Setelah pertemuan itu, Presiden AS mengatakan, “Tidak ada kesimpulan pasti yang dicapai selain saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai.”

“Jika bisa, saya memberi tahu kepala otoritas (Israel) bahwa itu akan menjadi pilihan yang diutamakan,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

“Jika tidak, kita harus melihat bagaimana hasilnya nanti. Terakhir kali Iran memutuskan bahwa mereka lebih baik tidak membuat kesepakatan, dan mereka dihantam dengan (Operasi) Midnight Hammer. Itu tidak berjalan baik bagi mereka. Semoga kali ini mereka akan lebih rasional dan bertanggung jawab,”  ujarnya.


Sumber: Antara
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: