MBG Layani 60 Juta Orang, Prabowo Sebut Setara 10 Kali Populasi Singapura
BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Hal itu dikatakan Presiden Prabowo Subianto yang menghadiri langsung peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polres Metro Jakarta Barat di wilayah Palmerah, Jumat (13/2/2026).
“MBG ternyata setelah terus kita kerjakan, hari ini kita sudah mencapai laporan dari Kepala BGN 60 juta 200 ribu penerima manfaat. Di antaranya peran dari Polri,” ujar Prabowo.
Ia menyebut, program tersebut kini telah berjalan masif dengan dukungan ribuan satuan pelayanan di berbagai daerah.
“Saudara-saudara, kita telah memberi makan tiap hari tadi 60 juta lebih. Kita sudah berhasil memiliki 22.275 SPPG sudah sampai 23.000 SPPG, yaitu dapur di 38 provinsi seluruh Indonesia. Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari," beber Prabowo.
"Atau sama dengan sepuluh kali Singapura tiap hari. Atau dua kali Malaysia tiap hari. Bagi mereka yang waktu kita bermula satu bulan saja, dua bulan saja kita sudah dihina, sudah diramalkan pasti gagal,” imbuhnya.
Prabowo menegaskan, program makan bergizi gratis bukan hal baru di dunia internasional dan telah diterapkan di banyak negara, termasuk negara maju.
“Saudara-saudara, program semacam ini sesungguhnya bukan pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Sudah puluhan negara lain melaksanakan, puluhan negara lain. Dan negara-negara yang maju, negara-negara yang demokratis, pasti punya program makan bergizi gratis untuk rakyatnya. Makan bergizi gratis mungkin tidak penting untuk orang-orang yang cukup berada, mungkin tidak penting bagi mereka yang di atas. Tapi di seluruh dunia yang saya pelajari, makan bergizi gratis adalah sangat-sangat diperlukan oleh mayoritas rakyat,” ujarnya.
Ia juga menyinggung berbagai kritik yang muncul sejak awal peluncuran program tersebut.
“Waktu saya meluncurkan program ini, saya diejek, saya dijelek-jelekkan, saya dituduh macam-macam. Saya juga tidak mengerti. Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik, profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya. Dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal. Program ini menghambur-hamburkan uang. Operasi ini, kampanye ini, menjelek-jelekkan Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki, mungkin adalah biasa. Tapi sesuatu yang menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya, sungguh-sungguh menyedihkan bagi saya,” tutur Prabowo.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 19 jam yang lalu







