Kunjungi Orinoco, AS Incar Pertumbuhan Produksi Minyak Venezuela hingga 40 Persen

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 13 Februari 2026 | 22:59 WIB
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez (kanan) menemani kunjungan Menteri Energi AS Chris Wright (kiri) ke Orinoco Belt Oil, Venezuela. (BeritaNasional/X Javier Blas)
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez (kanan) menemani kunjungan Menteri Energi AS Chris Wright (kiri) ke Orinoco Belt Oil, Venezuela. (BeritaNasional/X Javier Blas)

BeritaNasional.com - Amerika Serikat (AS) mengincar pertumbuhan produksi minyak Venezuela hingga 40 persen. Hal ini disampaikan Menteri Energi AS Chris Wright saat meninjau fasilitas minyak utama di Sabuk Orinoco pada Kamis (12/2/2026). Kunjungannya itu ditemani oleh Presiden Venezuela sementara Delcy Rodriguez.

Kunjungan Wright ke Venezuela ini mencuri perhatian, karena terjadi setelah perubahan politik pada 3 Januari 2026 lalu, saat pasukan AS menangkap Presiden Nicolas Maduro dalam sebuah operasi militer di Caracas di tengah klaim pemerintahan Trump bahwa Maduro merupakan pemimpin “pemerintahan korup dan tidak sah” yang terlibat dalam kartel narkoba yang menyelundupkan kokain ke AS.

Kondisi baru di Venezuela ini mendorong pemerintah AS untuk secara signifikan melonggarkan sanksi yang telah lama diberlakukan dan membongkar embargo minyak untuk merevitalisasi sektor energi Venezuela.

“Kami memperkirakan akan melihat pertumbuhan 30-40 persen dalam produksi minyak Venezuela tahun ini,” katanya kepada wartawan saat mengunjungi Petroindependencia, usaha patungan antara perusahaan minyak milik negara Venezuela PDVSA dan raksasa energi asal AS Chevron.

“Kita harus mengubah permainan di sini untuk kemenangan bagi rakyat Venezuela, kemenangan bagi Amerika, dan kemenangan bagi seluruh Kawasan Barat,” tambah Wright.

Para ahli yang mendampingi delegasi juga memastikan bahwa meskipun Petroindependencia saat ini memproduksi sekitar 40.000 barel per hari, infrastruktur yang ada memiliki potensi yang belum dimanfaatkan untuk mencapai 300.000 barel per hari dengan investasi segera dan perbaikan teknis.

Kunjungan tersebut berlangsung hanya satu hari setelah Wright secara resmi menyatakan embargo minyak AS terhadap Venezuela telah berakhir.

“Karantina minyak ini jelas pada dasarnya telah berakhir,” katanya.

Setelah pertemuan di Caracas dengan Rodriguez dan Kuasa Usaha AS Laura Dogu, Wright menggambarkan dekade sanksi sebelumnya sebagai “karantina” yang akhirnya dicabut untuk menstabilkan pasar global.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menggaungkan optimismenya terhadap hubungan AS-Venezuela, dan menggambarkan hubungan saat ini antara kedua negara sebagai momen kerja sama yang luar biasa. Hal ini disampaikannya di Washington, Kamis (12/2/2026). 

Pertemuan pada Rabu (11/2/2026) kemarin itu menandai kali pertama seorang anggota kabinet Presiden Trump mengunjungi Venezuela.

Di bawah pemerintahan Maduro, Trump pernah mengirim utusan khusus, Richard Grenell, ke negara itu untuk bernegosiasi mengenai pembebasan tahanan AS, tetapi negosiasi Grenell dengan pemerintah Venezuela berakhir pada Oktober ketika Washington meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Venezuela.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: