Insiden Rasisme Bayangi Duel Benfica vs Real Madrid di Liga Champions

Oleh: Harits Tryan
Rabu, 18 Februari 2026 | 10:01 WIB
Laga leg pertama play-off fase gugur Liga Champions UEFA antara Benfica dan Real Madrid. (Foto/Real Madrid)
Laga leg pertama play-off fase gugur Liga Champions UEFA antara Benfica dan Real Madrid. (Foto/Real Madrid)

BeritaNasional.com - Laga leg pertama play-off fase gugur Liga Champions UEFA antara Benfica dan Real Madrid di Estádio da Luz, Rabu (18/2/2026), diwarnai insiden dugaan pelecehan rasial terhadap Vinícius Junior.

Penyerang asal Brasil itu menuduh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan ujaran rasial kepadanya usai ia mencetak gol kemenangan Madrid pada menit ke-50. Gol tersebut menjadi satu-satunya dalam pertandingan yang dimenangi Los Blancos dengan skor 1-0.

Insiden terjadi setelah Vinícius merayakan gol di dekat bendera sudut. Prestianni terlihat berbicara kepadanya sambil menutupi mulut dengan jersey. Vinícius kemudian menunjuk ke arah pemain lawan dan melaporkan kejadian itu kepada wasit François Letexier, yang membuat gestur tangan menyilang sebagai sinyal dugaan pelecehan rasial.

Pertandingan sempat dihentikan sekitar 10 menit. Vinícius yang tampak emosional berbicara dengan pelatih Madrid, Álvaro Arbeloa, serta rekan-rekannya. Arbeloa menyatakan timnya siap meninggalkan lapangan jika sang pemain menghendaki.

“Toleransi terhadap rasisme harus nol. Hal seperti itu tidak boleh terjadi di lapangan pada 2026,” ujar Arbeloa dalam konferensi pers dikutip dari laman ESPN, Rabu (18/2/2026).

Ia menegaskan seluruh tim berdiri di belakang Vinícius dan siap mengambil langkah tegas bila diperlukan.

Sementara, Vinícius juga sempat menerima kartu kuning setelah selebrasi golnya, keputusan yang dipertanyakannya melalui media sosial.

“Rasis itu pengecut,” tulisnya di Instagram usai laga.

Sejumlah pemain Madrid turut angkat suara. Kylian Mbappé menyebut Prestianni beberapa kali melontarkan kata-kata rasial dan menilai sang pemain tidak pantas tampil lagi di Liga Champions. Bek Trent Alexander-Arnold menyebut insiden tersebut sebagai “aib bagi olahraga dan masyarakat.”

Gelandang Federico Valverde mengaku beberapa rekan setim mendengar ucapan yang sangat buruk, sementara Aurélien Tchouaméni menyatakan Vinícius mengaku dipanggil “monyet.”

Wasit dikabarkan tidak mendengar langsung ucapan tersebut sehingga tidak dapat mengambil tindakan lebih lanjut saat itu.

Real Madrid kini membawa keunggulan 1-0 ke leg kedua yang akan digelar di Stadion Santiago Bernabéu pada 25 Februari mendatang. Namun, sorotan utama dari laga ini bukan hanya soal kemenangan, melainkan dugaan tindakan rasisme yang kembali mencoreng panggung kompetisi elite Eropa.

Sumber: ESPNsinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: