Kapan Perayaan Cap Go Meh 2026? Cek Jadwal Lengkapnya di Sini!

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 20 Februari 2026 | 10:27 WIB
Ilustrasi perayaan Cap Go Meh 2026. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)
Ilustrasi perayaan Cap Go Meh 2026. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)

BeritaNasional.com - Perayaan Cap Go Meh 2026 sudah di depan mata. Bagi Anda yang ingin merasakan atmosfer kemeriahan festival lampion dan tradisi khas Tionghoa, saatnya memantau jadwal perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh di Indonesia agar tidak ketinggalan momen penting ini.

Apa Itu Cap Go Meh?

Secara tradisi, Tahun Baru Imlek merupakan perayaan pergantian tahun bagi keturunan Tionghoa. 

Sementara itu, Cap Go Meh adalah puncak sekaligus penutup dari rangkaian perayaan Imlek. Nama Cap Go Meh sendiri diambil dari dialek Hokkian yang berarti malam ke-15 yang menandakan berakhirnya seluruh rangkaian festival Tahun Baru China tersebut.

Jadwal Imlek dan Cap Go Meh 2026

Berdasarkan penanggalan masehi, Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.

Lantas, kapan perayaan Cap Go Meh digelar? Tradisi ini dilaksanakan pada hari ke-15 bulan pertama kalender Lunar. Tahun Baru Imlek jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Jadi, perayaan Cap Go Meh diadakan pada Selasa, 3 Maret 2026.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan atraksi barongsai, pawai tatung, hingga festival kuliner, tanggal 3 Maret 2026 menjadi waktu utama yang wajib ditandai di kalender Anda.

Berbagai daerah di Indonesia, seperti Singkawang, Glodok di Jakarta, hingga Semarang, biasanya menggelar festival besar-besaran pada tanggal tersebut sebagai tanda syukur dan harapan baik di tahun yang baru.

Ada beberapa destinasi seru untuk merayakan Cap Go Meh 2026, seperti di Jakarta dan Bogor, Jawa Barat.

Perayaan Cap Go Meh 2026 di Jakarta dan Bogor

Perayaan Cap Go Meh tahun 2026 di Indonesia dipastikan akan berlangsung sangat istimewa karena bertepatan dengan suasana khidmat bulan suci Ramadan. 

Dilansir dari laman resmi Kementerian Pariwisata pada Jumat (20/2/2026). di Kota Bogor, perhelatan akbar Bogor Street Festival akan dipusatkan di sepanjang Jalan Suryakencana pada tanggal 3 Maret 2026. 

Mengingat pelaksanaannya berlangsung di tengah bulan puasa, panitia melakukan penyesuaian jadwal agar tetap menghormati waktu ibadah umat Muslim. 

Pawai budaya baru akan dimulai pada malam hari setelah pelaksanaan sholat tarawih, sehingga masyarakat dapat menikmati festival tanpa mengganggu jalannya ibadah. 

Rute pawai ini akan mengambil titik awal dari Vihara Dhanagun, kemudian melintasi Jalan Suryakencana, berkeliling di kawasan Gang Aut, dan kembali melalui Jalan Roda.

Sementara itu, Jakarta menawarkan berbagai pilihan pusat perayaan yang tersebar di wilayah Pecenongan, Petak Sembilan Glodok, Taman Budaya Tionghoa di TMII, hingga kawasan Pantai Indah Kapuk. 

Di kawasan legendaris Glodok, pengunjung dapat menyaksikan langsung atraksi naga dan barongsai yang khas. 

Bagi yang mencari suasana berbeda, kawasan Pantjoran PIK menyuguhkan inovasi menarik berupa Liong UV atau tarian naga dengan lampu ultraviolet yang dipadukan dengan penampilan musik langsung, menciptakan atmosfer modern di tengah tradisi.

Bergeser ke timur, Kota Makassar kembali menggelar Jappa Jokka Cap Go Meh di sepanjang Jalan Sulawesi pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Nama festival ini memiliki arti unik, yakni jalan-jalan, yang diambil dari perpaduan bahasa Makassar dan Bugis. 

Karena momennya bertepatan dengan Ramadan, kegiatan tahun ini banyak diwarnai nuansa sosial dan keagamaan seperti pasar murah, sesi ngabuburit, serta acara buka puasa bersama.

Puncak kemeriahan di Makassar juga ditandai dengan Hasamitra Heritage Run, sebuah acara lari tengah malam yang dimulai pukul sembilan malam WITA dari Gerbang China Town.

Kemeriahan budaya tetap terjaga melalui arak-arakan Dewa, semarak barongsai, kirab budaya, hingga pertunjukan tradisional Tang Tsing dan Tu’a-Tu’a dari Minahasa. Rangkaian acara ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam merawat kebersamaan di tengah keberagaman budaya dan agama.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: