Pahami Risikonya Kerokan Harus Dilakukan dengan Hati-hati, Ini Alasannya

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Rabu, 04 Maret 2026 | 06:33 WIB
Ilustrasi kerokan (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi kerokan (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Masyarakat Indonesia sudah sangat akrab dengan metode penyembuhan atau terapi kerokan. Efek kerokan memberikan rasa nyaman bagi tubuh yang dirasa sedang tidak sehat seperti masuk angin atau gejala flu.

Melansir laman Halodoc, kerokan merupakan metode pengobatan tradisional yang melibatkan penggesekan benda tumpul seperti koin atau sendok pada permukaan kulit yang telah diolesi minyak.

Tindakan ini bertujuan untuk melancarkan peredaran darah dan meredakan ketegangan otot. Masyarakat meyakini kerokan dapat mengeluarkan “angin” dari tubuh, sehingga efektif meredakan gejala masuk angin, nyeri otot, dan kelelahan. Sensasi hangat dan kemerahan pada kulit setelah kerokan sering dianggap sebagai indikator keberhasilan proses ini.

Mengapa Harus Berhati-hati Saat Melakukan Kerokan?

Meskipun kerokan memiliki reputasi sebagai solusi cepat untuk keluhan umum, pelaksanaannya tidak boleh sembarangan. Kulit adalah organ terluar yang melindungi tubuh, dan di bawahnya terdapat pembuluh darah, saraf, serta organ vital. Mengerok dengan tekanan yang salah atau pada area yang tidak tepat dapat menyebabkan iritasi kulit, memar, hingga kerusakan pada struktur di bawah kulit. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui batasan area tubuh yang aman dan yang harus dihindari.

Daftar Bagian Tubuh yang Tidak Boleh Dikerok dan Alasannya

Beberapa area tubuh memiliki struktur anatomi yang rentan terhadap cedera jika dikerok secara tidak tepat. Menghindari area ini adalah langkah preventif untuk menjaga kesehatan.

1. Leher Bagian Depan

Area leher bagian depan adalah lokasi banyak saraf dan pembuluh darah penting. Mengerok di area ini berisiko merusak saraf yang mengatur denyut jantung dan tekanan darah. Stimulasi berlebihan pada saraf ini dapat memicu kondisi yang disebut sinkop vasovagal, yaitu penurunan detak jantung dan tekanan darah secara tiba-tiba yang bisa menyebabkan pingsan.

2. Area Dada

Kulit di area dada, terutama di bagian tengah, sangat sensitif dan tipis. Pada wanita, area ini juga dekat dengan payudara yang perlu dijaga kelembutannya. Selain itu, pada wanita hamil, perubahan hormon membuat kulit lebih sensitif, sehingga kerokan di dada dapat menimbulkan ketidaknyamanan, iritasi parah, dan berisiko pada kondisi kehamilan. Organ vital seperti jantung dan paru-paru juga berada di balik tulang rusuk yang melindungi area dada, sehingga tindakan yang terlalu keras dapat menimbulkan kekhawatiran.

3. Bagian Perut

Bagian perut mengandung banyak organ vital seperti lambung, usus, hati, dan ginjal. Mengerok area perut dapat menimbulkan iritasi pada organ dalam, terutama jika dilakukan dengan tekanan yang kuat. Pada wanita hamil, kerokan perut sangat dilarang karena berisiko tinggi terhadap janin dan dapat memicu kontraksi dini atau komplikasi kehamilan lainnya. Bahkan pada kondisi tidak hamil, kulit perut juga sensitif dan mudah mengalami memar atau iritasi.

4. Tulang Punggung Secara Langsung

Meskipun punggung adalah area yang umum dikerok, mengerok langsung di atas tulang punggung harus dihindari. Tulang punggung melindungi sumsum tulang belakang, yang merupakan bagian penting dari sistem saraf pusat. Gesekan atau tekanan kuat langsung pada tulang punggung berpotensi menyebabkan iritasi atau cedera pada saraf dan jaringan di sekitarnya. Sebaiknya kerokan dilakukan pada otot-otot di sisi kiri dan kanan tulang punggung, bukan pada tulangnya secara langsung.

Potensi Risiko Jika Mengerok di Area Sensitif

 

Gangguan Saraf: Kerusakan saraf di leher atau tulang punggung dapat menyebabkan disfungsi pada organ yang dikendalinya.

Iritasi Parah dan Infeksi: Kerokan yang terlalu keras dapat merusak lapisan kulit terluar, membuat kulit rentan terhadap infeksi bakteri atau jamur, terutama jika alat yang digunakan tidak steril.

Risiko pada Kehamilan: Pada ibu hamil, kerokan di area dada atau perut bisa memicu kontraksi, perdarahan, atau bahkan keguguran.

Sinkop Vasovagal: Terjadi saat stimulasi saraf vagus yang berlebihan di leher depan, mengakibatkan penurunan detak jantung dan tekanan darah secara mendadak, menyebabkan pingsan.

Memar dan Pecahnya Pembuluh Darah:Tekanan berlebihan dapat menyebabkan pembuluh darah kapiler di bawah kulit pecah, menimbulkan memar dan nyeri yang lebih parah.

Bagian Tubuh yang Umumnya Aman untuk Dikerok

Punggung: Di sisi kiri dan kanan tulang belakang, pada bagian otot yang lebar.

Lengan: Bagian atas atau bawah, di area otot yang tebal.

Kaki: Area betis atau paha, pada bagian otot.

Penting untuk selalu memastikan tekanan yang diberikan tidak terlalu keras dan proses kerokan tidak dilakukan berlebihan hingga menyebabkan kulit lecet atau terluka.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: