AC Milan Menang di Derby della Madonnina, Gol Estupinan Pangkas Jarak dari Inter

Oleh: Harits Tryan
Senin, 09 Maret 2026 | 08:12 WIB
AC Milan Menang di Derby della Madonnina. (Foto/AC Milan)
AC Milan Menang di Derby della Madonnina. (Foto/AC Milan)

BeritaNasional.com - AC Milan berhasil memenangkan Derby della Madonnina setelah menaklukkan Inter Milan, pada Senin (9/3/2026) dan membuka kembali persaingan perebutan gelar Serie A musim ini. Gol tunggal Pervis Estupinan membuat jarak Milan dengan pemuncak klasemen Inter kini terpangkas menjadi tujuh poin.

Laga ini bukan sekadar derby kota Milan, tetapi juga duel krusial antara tim peringkat pertama dan kedua di klasemen. Inter sebelumnya tengah dalam tren impresif di Serie A, tidak terkalahkan sejak kekalahan 0-1 dari Milan pada pertemuan pertama 23 November lalu, dengan catatan satu hasil imbang dan 14 kemenangan beruntun.

Namun Inter tidak tampil dengan kekuatan penuh. Marcus Thuram mengalami gejala flu, sementara Lautaro Martinez yang masih cedera hanya duduk di bangku cadangan untuk memberi dukungan kepada rekan setimnya.

Milan langsung mengancam sejak awal pertandingan. Pada menit ketiga, Luka Modric hampir membuka keunggulan lewat tembakan keras dari luar kotak penalti setelah kesalahan umpan Yann Sommer, namun bola melenceng tipis dari gawang.

Inter kemudian membalas melalui Henrikh Mkhitaryan yang melakukan sprint dari tengah lapangan dan berhadapan satu lawan satu dengan Mike Maignan, tetapi kiper Milan itu mampu melakukan penyelamatan penting.

Milan justru berhasil mencetak gol beberapa saat kemudian. Youssouf Fofana melakukan kombinasi umpan dengan Rafael Leao sebelum mengirimkan bola terobosan kepada Pervis Estupinan di sisi kiri. Bek asal Ekuador itu melewati Luis Henrique dan menaklukkan Sommer dari sudut sempit di tiang dekat. Gol tersebut menjadi gol pertama Estupinan untuk Milan.

Rossoneri hampir menggandakan keunggulan tak lama berselang. Christian Pulisic mengirim umpan tarik dari sisi kiri, tetapi Federico Dimarco berhasil menggagalkan peluang Alexis Saelemaekers yang sudah siap menyambar bola dari jarak sekitar 12 meter.

Memasuki babak kedua, Inter mencoba meningkatkan tekanan. Piotr Zielinski sempat menguji Maignan dengan tembakan keras di tiang dekat, sementara Leao menyia-nyiakan peluang dari serangan balik cepat yang dibangun Pulisic.

Dimarco juga mendapatkan peluang emas pada menit ke-54, tetapi tembakannya dari jarak dekat melambung di atas mistar setelah menerima umpan silang Nicolo Barella yang diteruskan Mkhitaryan.

Milan kembali memperoleh kesempatan melalui serangan balik yang dipimpin Fofana, tetapi Sommer mampu melakukan penyelamatan. Di sisi lain, Denzel Dumfries yang baru masuk sebagai pemain pengganti langsung memberi ancaman dengan tembakan yang ditepis Maignan, sebelum umpan silangnya kemudian disundul Bonny namun melenceng dari sasaran.

Pertandingan juga diwarnai insiden kartu kuning untuk Alessandro Bastoni setelah melakukan pelanggaran terhadap Adrien Rabiot. Bek Inter itu bahkan harus ditarik keluar karena mengalami cedera akibat insiden tersebut. Rabiot sendiri juga mendapat kartu kuning dan dipastikan absen pada laga berikutnya melawan Lazio.

Pada masa tambahan waktu, Inter sempat memasukkan bola ke gawang dari situasi sepak pojok, namun gol dianulir karena wasit sudah lebih dulu meniup peluit untuk mengulang tendangan.

Inter juga sempat meminta penalti ketika sundulan Dumfries mengenai tangan Samuele Ricci di kotak penalti. Namun wasit menilai posisi tangan Ricci masih dalam posisi natural sehingga permainan tetap dilanjutkan. Peluang terakhir Inter melalui sundulan Manuel Akanji pun gagal berbuah gol.

Kemenangan ini membuat Milan semakin mendekati Inter di papan klasemen dan kembali menghidupkan persaingan perebutan gelar Serie A musim ini.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: