GERD saat Mudik dan Masih Puasa? Simak Cara Mengatasinya!

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 18 Maret 2026 | 08:32 WIB
Ilustrasi GERD kambuh saat mudik. (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)
Ilustrasi GERD kambuh saat mudik. (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)

BeritaNasional.com - Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD adalah penyakit lambung yang cukup menyiksa, sehingga penderitanya harus sangat berhati-hati dalam menjaga asupan makanan dan minumannya agar tidak memicu gejala GERD. Lantas, bagaimana jika mengalami gejala GERD saat masih berpuasa dan di tengah perjalanan mudik? 

Simak penjelasan dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi lulusan Universitas Indonesia Dr. dr. Hasan Maulahela, Sp. P.D, Subsp. G.E.H. (K) mengenai penanganan yang tepat jika terdapat gejala GERD saat perjalanan mudik dalam kondisi masih menjalankan ibadah puasa.

“Ketika merasakan gejala GERD tetapi Anda masih berada dalam perjalanan dan kondisi berpuasa, lakukan langkah berikut untuk meredakan gejala,” kata Hasan dalam keterangan resminya, yang dikutip Rabu (18/3/2026). 

Pertama, kata Hasan, melonggarkan pakaian. Jika menggunakan ikat pinggang atau pakaian yang ketat, segera longgarkan karena tekanan pada perut dapat memperburuk aliran balik asam lambung.

Kedua, atur posisi duduk dengan tegak, jangan membungkuk atau meringkuk. Jika memungkinkan, sandarkan punggung dengan posisi kepala dan dada lebih tinggi dari perut untuk memanfaatkan gaya gravitasi agar asam lambung tidak terus naik.

Ketiga, lakukan pernapasan dalam dengan tarik napas melalui hidung dan buang perlahan melalui mulut. Hal ini dapat membantu merelaksasi otot saluran cerna dan mengurangi rasa panik yang dapat memperburuk produksi asam lambung.

“Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri. Segerakan berbuka dengan air hangat (bukan air dingin atau air dengan es batu) dan konsumsi obat jika perlu,” sarannya.

Hasan juga mengingatkan penderita GERD untuk menghindari mengonsumsi makanan maupun minuman yang dapat memperburuk kondisi. Namun, jika gejala GERD yang dialami tidak berangsur pulih, segera kunjungi unit gawat darurat atau Emergency rumah sakit terdekat untuk penanganan yang tepat.

Karenanya, menjadi catatan penting untuk para pemudik untuk mengetahui alamat-alamat rumah sakit di jalur mudik yang dilewati jika sewaktu-waktu butuh pertolongan medis yang cepat.​​​​​​​

Dia menjelaskan, GERD atau penyakit refluks asam lambung adalah gangguan pencernaan di mana cairan asam lambung “naik” dari lambung ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan bagian dalam saluran pencernaan yang dilewati asam lambung.

Saat kambuh, penderita GERD umumnya mengalami rasa asam atau pahit di mulut (regurgitasi asam) dan sensasi perih atau panas terbakar di dada dan ulu hati (heartburn). Selain itu, penderitanya juga kerap merasakan mual dan muntah, begah, nyeri dada, bahkan gangguan pernapasan.

Saat dalam perjalanan, kondisi GERD dapat dipicu oleh berbagai faktor, antara lain terburu-buru makan dan minum saat sahur atau ketika berbuka di perjalanan, mengonsumsi makanan pedas, berlemak, atau minuman berkafein berlebihan. Selain itu, posisi duduk terlalu lama yang menyebabkan tekanan pada area perut, sehingga mendorong asam lambung naik dan stres serta kelelahan dalam perjalanan.​​​​​​​

Oleh karena itu, kata Hasan, bagi penderita GERD yang berencana mudik namun ingin tetap berpuasa secara aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di antaranya, tetap makan sahur meski sedang berada dalam perjalanan. Pilih karbohidrat kompleks dan serat tinggi dengan porsi yang cukup dan upayakan untuk tidak terburu-buru saat makan dan minum.

"Hindari juga "balas dendam" saat berbuka puasa. Makan dalam porsi kecil tetapi sering lebih baik dibandingkan dengan sekali makan besar yang membuat lambung menjadi “kaget”," tambahnya. 

Selain itu, dia menambahkan, disarankan juga untuk jangan langsung tidur setelah makan. Beri jeda minimal 3 jam setelah makan (sahur/buka) sebelum berbaring. Penting juga untuk mengelola stres dengan baik selama perjalanan yang berisiko meningkatkan asam lambung.

"Tetaplah tenang dan beristirahatlah secara berkala di rest area," tutup Hasan. 

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: