Gus Yaqut Punya Riwayat GERD, Istri Pilih Kirim Makanan Ringan ke Rutan

Oleh: Panji Septo R
Kamis, 28 Mei 2026 | 14:12 WIB
Istri Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas, Eny Retno. (Foto/istimewa)
Istri Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas, Eny Retno. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Istri Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas, Eny Retno menyampaikan harapannya agar perkara dugaan korupsi kuota haji yang menjerat suaminya segera menemukan titik terang. 

Usai menjenguk Yaqut di Rutan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Eny mengungkap harapan dan meyakini seluruh proses akan menunjukkan fakta yang sebenarnya.

“Kalau harapan soal kasus ya pastinya berharap semuanya berakhir baik-baik saja. Yang benar akan kelihatan benar dan semuanya bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Eny, dikutip Kamis (28/5/2026).

Menurut Eny, Gus Yaqut jarang membahas pokok perkara ketika bertemu. Percakapan keduanya lebih banyak mengenai keluarga agar suaminya tetap bersemangat menjalani penahanan.

“Kalau dari cerita Abah sih tidak banyak. Beliau juga tidak terlalu banyak cerita soal kasus ke saya. Kalau ketemu, kami lebih banyak ngobrol soal anak-anak dan keluarga supaya beliau tetap semangat," tutur Eny.

Ia menambahkan, selama lebih dari dua bulan ditahan, Yaqut baru dua kali dipanggil penyidik. Pada kunjungan tersebut, Eny juga memastikan kebutuhan kesehatan Yaqut tetap terjaga.

Mengingat suaminya memiliki riwayat GERD, ia hanya membawa makanan yang aman dikonsumsi dan menghindari hidangan bersantan maupun menu berat lainnya.

"Yang pasti aku ngirim-nya ya tempe goreng kesukaan beliau gitu kan. Nah, kalau yang matangnya sih ya itu aja sih, sama sayur-sayuran biasalah untuk sekali makan sampai hari ini," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa asupan Yaqut memang harus selektif demi menghindari kambuhnya GERD.

"Kebetulan Abah kan ada GERD ya, jadi nggak bisa dahar (makan) yang pakai santan gitu. Jadi yang ringan-ringan aja, yang non-santan gitu. Daging juga nggak terlalu senang sih, jadi kita alhamdulillah nanti paling yang ringan-ringan aja," kata Eny.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: