Hujan Deras, Luapan Kali Ciliwung Rendam Permukiman di Kramat Jati
BeritaNasional.com - Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta sejak sore menyebabkan luapan air dari Kali Ciliwung merendam sejumlah kawasan permukiman dan ruas jalan di Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026).
Salah satu warga RT 01, Marsiyem (39), mengatakan air naik dengan sangat cepat hingga mencapai setinggi dada orang dewasa. “Airnya cepat sekali naik, sampai setinggi dada, satu meter ada. Barang-barang yang bisa langsung saya pindahkan ke lantai dua, tapi ada juga yang tidak sempat karena saya tinggal sendiri,” kata salah satu warga RT 01, Marsiyem (39) dikutip dari Antar, Minggu (22/3/2026).
Marsiyem menuturkan, air mulai masuk ke dalam rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam waktu sekitar tiga jam, ketinggian air meningkat pesat hingga lebih dari satu meter.
Awalnya, Marsiyem mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab banjir. Namun, ia mendengar informasi bahwa air meluap dari tanggul yang tidak mampu menahan debit air sungai.
Akibat banjir tersebut, Marsiyem terpaksa menyelamatkan barang-barang pentingnya seorang diri. Sejumlah perabotan rumah tangga seperti kasur dan lemari tidak sempat dipindahkan sehingga ikut terendam air. “Luapan air dari Kali Ciliwung kalau saya dengar katanya. Jadi yasudah terendam gini aja barang-barang,” ujar Marsiyem.
Luapan air dari Kali Ciliwung yang tidak mampu menampung tingginya debit air juga merendam permukiman warga di RT 01, 02, dan 10 RW 01. Ketinggian air di kawasan tersebut bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai satu meter.
Sementara itu, warga yang rumahnya berada di titik lebih tinggi mulai membersihkan sisa lumpur yang terbawa banjir. Aktivitas bersih-bersih dilakukan secara gotong royong guna mempercepat pemulihan lingkungan.
Tak hanya merendam permukiman, banjir juga menggenangi ruas Jalan Raya Bogor, tepatnya di kawasan pertigaan Hek, Kramat Jati. Ketinggian air di jalan tersebut mencapai sekitar 50 sentimeter.
Kondisi itu menyebabkan kemacetan panjang dari arah Cililitan menuju Pasar Rebo maupun sebaliknya. Sejumlah kendaraan terpaksa memperlambat laju, bahkan ada yang memilih mencari jalur alternatif untuk menghindari banjir.
Meski kondisi air di beberapa titik mulai berangsur surut, warga tetap diminta waspada terhadap potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







