Klaim Trump soal Iran Minta Gencatan Senjata Disebut Palsu dan Tak Berdasar

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 02 April 2026 | 15:22 WIB
Iran Ilustrasi perang Amerika Serikat dan Iran. (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)
Iran Ilustrasi perang Amerika Serikat dan Iran. (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)

BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Iran mengupayakan gencatan senjata, dibantah oleh pemerintahan Iran. Bahkan, Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghei pada Rabu (1/4/2026), menyatakan klaim itu palsu dan tidak berdasar.

Melansir laporan media pemerintah Iran, Press TV, Esmaeil Baghaei membantah pernyataan Trump yang diunggah pada akun media sosial Truth Social itu. Di sana, Trump mengeklaim presiden Iran "baru saja meminta gencatan senjata kepada AS".

"Kami akan mempertimbangkan hal tersebut ketika Selat Hormuz terbuka, bebas, dan aman. Sampai saat itu tiba, kami akan terus menghancurkan Iran hingga musnah atau, seperti yang mereka bilang, kembali ke Zaman Batu!," kata Trump.

Senada, Deputi Bidang Komunikasi di Kantor Kepresidenan Iran, Seyyed Mehdi Tabatabaei, juga membantah klaim Trump dalam sebuah unggahan di media sosial X.

"Sikap Iran terkait pertahanan patriotik untuk keutuhan negara ini melawan agresi kekuatan jahat, serta prasyarat untuk mengakhiri perang yang dipaksakan ini sama sekali tidak berubah, dan tidak menghiraukan delusi serta kebohongan para penjahat. Bangsa Iran, yang teguh, gigih, dan bersatu, mempertahankan keutuhan tanah airnya," ujar Tabatabaei.

Sebagai informasi, perang ini berawal dari serangan Israel dan AS terhadap Teheran dan beberapa kota lainnya di Iran pada 28 Februari lalu, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Iran kemudian merespons dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta aset-aset AS di Timur Tengah, sembari memperketat kendali atas Selat Hormuz dengan membatasi akses bagi kapal-kapal milik atau yang terafiliasi dengan Israel dan AS.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump juga berulang kali mengklaim bahwa Iran mengupayakan negosiasi untuk mengakhiri perang.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengakui adanya pertukaran pesan antara Iran dan AS melalui perantara dalam beberapa hari terakhir, tetapi dia menekankan tidak ada negosiasi yang dilakukan.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: