Tesla Resmi Hentikan Permintaan Mobil Model S dan X
BeritaNasional.com - Setelah berminggu-minggu menjadi spekulasi, Tesla akhirnya resmi menghentikan pesanan khusus untuk dua model legendarisnya, sedan Model S dan SUV Model X.
CEO Tesla Elon Musk mengonfirmasi produksi kedua mobil ini telah berakhir dan hanya menyisakan beberapa unit di gudang.
"Yang tersisa hanyalah beberapa unit yang ada di inventaris," tulis Musk melalui unggahan di platform X pada minggu ini.
Keputusan ini sebenarnya sudah tercium sejak Januari 2026. Data menunjukkan bahwa pesona Model S dan Model X terus meredup, tergeser oleh saudaranya yang lebih murah dan laris manis, yakni Model 3 dan Y.
Sebagai gambaran, penjualan gabungan Model S dan X mencapai puncaknya pada 2017 dengan angka 101.312 unit. Namun, pada 2025, angka tersebut merosot tajam menjadi hanya 50.850 unit. Jumlah ini sangat kecil dibandingkan total pengiriman global Tesla yang mencapai 1,63 juta unit tahun lalu.
Meski kini dipensiunkan, kedua model ini adalah pilar sejarah Tesla. Model S (2012) menjadi mobil listrik produksi massal pertama yang mengubah cara dunia memandang kendaraan listrik dan memaksa pabrikan raksasa otomotif mulai berinovasi.
Lalu, Model X (2015) jadi SUV yang dijuluki Musk sebagai "Telur Fabergé" karena kerumitan desainnya. Meski sempat dikritik karena pintu falcon-wing yang kompleks, mobil ini sukses membawa Tesla merambah pasar konsumen wanita dan keluarga.
Beralih ke Robot dan Cybercab
Alih-alih menyiapkan mobil listrik murah seharga USD25.000 untuk mengisi kekosongan, Musk justru melakukan manuver ekstrem. Ia kini mempertaruhkan masa depan Tesla pada teknologi AI melalui Robot Optimus dan Cybercab.
Pabrik Fremont di California yang sebelumnya merakit Model S/X akan dialihfungsikan untuk membangun robot humanoid Optimus. Sementara itu, Cybercab, kendaraan otonom dua kursi tanpa setir dan pedal, dijadwalkan mulai diproduksi di Austin, Texas, bulan ini.
Langkah Musk ini dinilai penuh risiko. Tesla saat ini bukan lagi raja tunggal setelah raksasa Tiongkok, BYD, resmi menyalip posisi Tesla sebagai produsen EV terlaris global pada 2025 dengan pengiriman 2,26 juta unit.
Selain persaingan pasar, Cybercab menghadapi tembok besar bernama regulasi. Karena tidak memiliki roda kemudi atau pedal tradisional, kendaraan ini belum memenuhi Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal AS. Tesla harus berjuang mendapatkan izin khusus sebelum bisa mengaspal secara komersial.
Namun, bagi Musk, masa depan otomotif bukan lagi soal manusia yang menyetir.
"Saya rasa mungkin kurang dari 5% jarak tempuh yang akan dikemudikan oleh seseorang di masa depan, bahkan mungkin serendah 1 persen," ujar Musk dalam konferensi pendapatan Januari lalu.
Sumber: TechCrunch
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







