Gedung Putih Usulkan Anggaran Belanja Pertahanan 2027 USD1,5 Triliun

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 04 April 2026 | 14:00 WIB
Gedung Putih Amerika Serikat. (Foto/whitehouse.gov)
Gedung Putih Amerika Serikat. (Foto/whitehouse.gov)

BeritaNasional.com - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump resmi merilis proposal anggaran untuk tahun fiskal 2027 pada Jumat (3/4/2026). 

Dokumen tersebut menunjukkan pergeseran besar dalam prioritas negara, dengan lonjakan drastis pada sektor pertahanan yang dibarengi dengan pemotongan anggaran layanan publik dan program domestik secara masif.

Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih mengusulkan alokasi dana pertahanan nasional sebesar USD1,5 triliun. Angka ini merupakan peningkatan tajam sebesar 44 persen dibandingkan anggaran tahun sebelumnya.

Fokus pada Kekuatan Militer

Direktur Anggaran Gedung Putih Russell Vought menyatakan peningkatan ini merupakan langkah bersejarah untuk memperkuat keamanan nasional. 

Senada dengan itu, Presiden Donald Trump menegaskan, dalam situasi konflik global saat ini, kekuatan militer harus menjadi prioritas utama di atas urusan domestik.

"Kita sedang berperang. Kita tidak bisa mengurus penitipan anak. Kita harus membiarkan negara bagian yang mengurus penitipan anak, dan mereka juga harus membayar biayanya," ujar Trump dalam acara di Gedung Putih pada Rabu lalu.

Pemotongan Program Domestik 10 Persen

Di sisi lain, proposal ini mengusulkan penghematan besar-besaran pada sektor non-pertahanan. Gedung Putih berencana memangkas pengeluaran domestik sebesar 10 persen dibandingkan level tahun 2026.

Beberapa poin penting dalam rencana pemotongan anggaran tersebut meliputi:

  • Kesehatan: Pengalihan tanggung jawab biaya perawatan kesehatan dari pemerintah pusat ke pemerintah negara bagian.
  • Kesejahteraan Sosial: Pemangkasan program penitipan anak dan bantuan perumahan.
  • Energi & Pendidikan: Pengurangan dana untuk proyek energi terbarukan serta hibah penelitian universitas.
  • Kemanusiaan: Pemotongan bantuan untuk pemukiman kembali pengungsi.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari visi presiden untuk mereformasi pemerintah federal dan membatasi pengeluaran yang dianggap tidak mendesak di tengah situasi perang.

Meskipun proposal anggaran ini mencerminkan arah kebijakan dan prioritas pemerintah Trump, keputusan akhir tetap berada di tangan Kongres AS. 

Para anggota dewan nantinya yang akan menentukan apakah rencana pengalihan dana besar-besaran dari sektor sosial ke militer ini akan disetujui atau mengalami perombakan total.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: