Seleksi Akpol 2026 Dimulai, Polri Jamin Proses Transparan Tanpa Titipan

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 07 April 2026 | 11:12 WIB
Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol). (Foto/Istimewa)
Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol). (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Polri memastikan proses rekrutmen Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 berjalan tanpa celah praktik curang, dengan menegaskan hanya ada satu jalur seleksi resmi yang mengedepankan prinsip BETAH yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis, sejak tahap awal hingga akhir.

Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol. Anwar menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara konsisten berdasarkan prinsip BETAH yang telah diatur dalam regulasi dan keputusan penyelenggaraan rekrutmen Polri.

“Seleksi penerimaan Taruna-Taruni Akpol 2026 menggunakan prinsip BETAH. Artinya proses dilakukan objektif, jujur, terbuka, serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Anwar dikutip, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa transparansi menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen Polri.

“Setiap tahapan seleksi terbuka dan diawasi internal maupun eksternal. Kami ingin memastikan seluruh proses dapat dilihat, diawasi, dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Dia juga kembali menegaskan bahwa rekrutmen Taruna Akpol tahun ini hanya menggunakan satu jalur tanpa adanya kuota khusus maupun jalur tambahan.

“Penerimaan Taruna-Taruni Akpol 2026 hanya melalui jalur reguler. Tidak ada jalur khusus atau titipan. Siapa yang memiliki nilai terbaik sesuai hasil seleksi, itulah yang akan lulus,” tegasnya.

Hingga saat ini, minat masyarakat terhadap rekrutmen Taruna Akpol cukup tinggi. Tercatat sebanyak 7.988 orang telah mendaftar, dengan 5.432 peserta sudah terverifikasi dan 2.556 lainnya masih dalam proses verifikasi.

Menurutnya, proses rekrutmen ini merupakan investasi strategis Polri dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan.

“Taruna Akpol dipersiapkan menjadi calon pemimpin Polri ke depan yang adaptif, komunikatif, inovatif, serta mampu menjawab tantangan tugas di masa mendatang,” jelasnya.

Sementara, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menambahkan bahwa penguatan pengawasan publik menjadi bagian penting dalam menjaga integritas proses seleksi.

“Kanal pengaduan melalui hotline dan QR Code akan terus disosialisasikan agar masyarakat mudah mengakses dan berperan aktif dalam pengawasan,” ungkapnya.

Dia pun juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga proses rekrutmen tetap bersih dan transparan. Polri berharap seluruh rangkaian seleksi Taruna-Taruni Akpol 2026 dapat berjalan lancar, transparan, serta mampu menghasilkan calon perwira terbaik sebagai investasi sumber daya manusia jangka panjang bagi institusi.

“Partisipasi masyarakat sangat penting untuk memastikan proses rekrutmen berjalan sesuai prinsip BETAH,” tambahnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: