Integrasi Transportasi JIS Diperkuat, Stasiun KRL Target Operasi 2026
BeritaNasional.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong penguatan integrasi transportasi massal di ibu kota, salah satunya melalui pembangunan stasiun Commuter Line atau KRL di kawasan Jakarta International Stadium (JIS).
Program ini dilaksanakan melalui koordinasi antara Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, serta PT Kereta Api Indonesia (Persero), dengan dukungan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro sebagai pengelola kawasan.
Direktur Utama PT Jakpro, Iwan Takwin, mengatakan penguatan dan integrasi transportasi umum menjadi salah satu fokus berkelanjutan Pemprov DKI Jakarta dalam beberapa tahun terakhir.
Upaya tersebut dilanjutkan melalui berbagai program strategis, termasuk pengembangan aksesibilitas kawasan JIS sebagai simpul baru aktivitas publik di Jakarta Utara. Ia menyampaikan, kehadiran stasiun ini akan menjadi game changer dalam mendukung operasional JIS secara menyeluruh.
“Stasiun KRL ini akan terletak tepat di sisi utara stadion, sehingga memudahkan penonton dari berbagai wilayah, terutama dari arah Jakarta Kota dan Tanjung Priok, untuk langsung mencapai lokasi tanpa perlu berganti moda transportasi,” ujarnya dikutip, Sabtu (11/4/2026).
Iwan menjelaskan, pembangunan stasiun KRL JIS bukan sekadar infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta Utara.
Ia menyebut integrasi ini dirancang untuk menghubungkan berbagai moda transportasi dengan ruang publik yang hidup, sehingga menjadikan JIS tidak hanya sebagai stadion, tetapi juga sebagai multipurpose venue yang aktif sepanjang waktu.
“Dengan pendekatan ini, kawasan JIS diharapkan berkembang menjadi pusat kegiatan yang terintegrasi, mulai dari olahraga, hiburan, hingga aktivitas komunitas, yang didukung oleh akses transportasi publik yang mudah, nyaman, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Iwan mengatakan, stasiun KRL JIS ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Juni 2026. Kehadirannya diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar, mulai dari pertandingan sepak bola hingga konser musik internasional.
Ia menilai, dengan kapasitas angkut yang besar, KRL mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi tantangan utama di kawasan JIS.
“KRL mampu mengangkut ribuan penonton secara efisien. Ini sangat krusial, terutama untuk pertandingan dengan kapasitas hingga 82.000 penonton, agar arus keluar-masuk dapat lebih terdistribusi dengan baik,” ucapnya.
Selain itu, keberadaan stasiun ini diharapkan dapat mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum, sehingga mengurangi kemacetan di Jalan RE Martadinata dan sekitarnya saat berlangsungnya acara besar.
“Secara keseluruhan, penguatan akses transportasi publik ini turut mendukung pemenuhan standar internasional JIS, termasuk persyaratan FIFA, sekaligus meningkatkan peluang stadion ini menjadi tuan rumah berbagai ajang global,” tandasnya.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 20 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 19 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






