Piala Presiden 2026 Berpotensi Berubah, Erick Thohir: Masih Dikaji

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 13 April 2026 | 13:31 WIB
Logo Piala Presiden. (Foto/PSSI)
Logo Piala Presiden. (Foto/PSSI)

BeritaNasional.com -  Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa Piala Presiden 2026 berpeluang menggunakan format baru yang berbeda dari edisi-edisi sebelumnya. Hal tersebut disampaikan Erick usai penutupan Piala Presiden 2025 di Jakarta, Minggu.

"Tadi Pak Ara ( Maruarar Sirait, Ketua Steering Committe Piala Presiden 2025) punya komitmen, dan untuk Piala Presiden yang kedelapan ini sedang kita godok lagi," kata Erick kepada wartawan dikutip dari Antara, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan bahwa pembahasan format baru masih dalam tahap diskusi. Erick juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam pengembangan sepak bola nasional.

"Tapi intinya kita juga mau semua gubernur, bupati harus berkontribusi ya, supaya sepak bola ini bisa terus bergelora. Mudah-mudahan dengan format ini juga nanti kita diskusikan lagi gitu," tambah dia.

Selama tujuh edisi sebelumnya, turnamen ini diikuti oleh enam hingga 20 klub yang berasal dari Liga 1 dan Liga 2, serta pada edisi terakhir turut menghadirkan klub luar negeri. Format kompetisi umumnya dimulai dari fase grup, di mana juara dan runner-up melaju ke babak gugur hingga final.

Pada edisi 2025, turnamen diikuti enam tim dan berlangsung pada 6-13 Juli. Klub asal Thailand, Port FC, keluar sebagai juara setelah mengalahkan Oxford United di partai puncak.

Erick juga membuka kemungkinan perubahan jadwal penyelenggaraan pada 2026, mengingat adanya agenda Piala Dunia 2026.

"Belum tahu karena memang kompleksitas tahun ini kan ada kejuaraan Piala Dunia," ungkap dia.

Selain itu, Erick menilai keikutsertaan klub luar negeri pada edisi sebelumnya memberikan dampak positif.

"Mereka juga ada keinginan untuk kembali. Tapi kembali kita lagi lihat formulanya dulu, formatnya. Karena memang pembangunan tim nasional sudah terjadi, Liga 1, Liga 2 juga klub-klub besar sudah terjadi," kata dia.

Ia juga menyoroti pentingnya kontribusi bagi klub-klub daerah.

"Nah, memang ada pemikiran bagaimana kontribusi untuk klub-klub yang ada di kabupaten, kota, dan tingkat tentu provinsi. Ini yang perlu kita libatkan lagi. Tapi belum tuntas, nanti kasih waktu hari Kamis ya," lanjut Erick.

Sementara itu, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia menegaskan bahwa kesuksesan kompetisi merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam ekosistem sepak bola nasional.

"Ingat, dalam sepak bola tidak ada superman, yang ada super tim. Yaitu klub, manajer, pemain, media, sponsor, regulator, pemerintah daerah, TNI, dan Polri yang membantu keamanan. Dan semua itu menjadi satu kesatuan ekosistem yang terkontrol," kata Ara.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: