Iran Buka Penuh Selat Hormuz, Trump Larang Israel Bombardir Lebanon

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 17 April 2026 | 21:34 WIB
Peta Selat Hormuz. (Foto/istimewa)
Peta Selat Hormuz. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Ketegangan di Timur Tengah menunjukkan tanda-tanda mereda menyusul kebijakan terbaru dari Iran dan Amerika Serikat (AS). 

Dilansir dari Al Jazeera pada Jumat (17/4/2026), Iran secara resmi mengumumkan pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz, sedangkan Presiden AS Donald Trump mengeluarkan instruksi yang melarang Israel melanjutkan serangan udara ke Lebanon.

Iran Buka Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi jalur bagi seluruh kapal komersial yang melewati Selat Hormuz kini berstatus terbuka sepenuhnya. 

Langkah ini diambil selaras dengan periode gencatan senjata selama 10 hari yang tengah berlangsung di Lebanon.

Melalui akun X pribadinya, @araghchi, ia menjelaskan lalu lintas kapal akan mengikuti rute yang telah dikoordinasikan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran.

‘’Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, lintasan bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan terbuka sepenuhnya selama sisa periode gencatan senjata, melalui rute terkoordinasi yang telah diumumkan sebelumnya,’’ tulis Araghchi pada Jumat (17/4/2026).

Trump: Israel Dilarang Bom Lebanon

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengambil langkah berani dengan memberikan komitmen keamanan bagi Lebanon. 

Lewat platform Truth Social, Trump menegaskan operasi militer Israel di Lebanon harus segera dihentikan.

“Israel tidak akan lagi membom Lebanon. Mereka dilarang melakukannya oleh AS. Sudah cukup!” tulis Trump.

Trump menyatakan bahwa urusan mengenai Lebanon dan kelompok bersenjata Hizbullah akan ditangani secara terpisah dari konflik Iran dengan cara yang dianggapnya tepat. 

Fokus utama Trump saat ini bergeser pada isu nuklir Iran. Ia menekankan prioritas utamanya adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Meski blokade angkatan laut AS terhadap Iran masih dipertahankan sebagai alat tekan, muncul indikasi adanya pergerakan diplomasi di balik layar. 

Departemen Luar Negeri AS dilaporkan tengah bekerja keras mengatur stabilitas kawasan pasca-gencatan senjata Israel-Lebanon.

Pertanyaan besar yang kini muncul adalah kompensasi apa yang akan diterima Iran jika mereka memberikan jaminan terkait penghentian program senjata nuklir. 

Namun, pembukaan Selat Hormuz dan larangan keras Trump terhadap Israel menjadi angin segar bagi stabilitas ekonomi dan keamanan global, mengingat pentingnya jalur energi di kawasan tersebut.

Sumber: Al Jazeerasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: