Pemprov DKI Siapkan Efisiensi APBD 2026 di Tengah Tekanan Global

Oleh: Lydia Fransisca
Sabtu, 18 April 2026 | 19:14 WIB
Geuung Balikota Jakarta dan gedung DPRD DKI (Foto/Istimewa)
Geuung Balikota Jakarta dan gedung DPRD DKI (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Pemprov DKI Jakarta mulai menyiapkan langkah untuk mengefisiensikan anggaran di tengah dinamika politik global.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi Cesnanta Brata mengatakan, pihaknya tengah menyisir sejumlah pos belanja untuk dialihkan ke kebutuhan prioritas.

Michael menambahkan, proses penelusuran anggaran masih berjalan dan akan difinalisasi dalam perubahan APBD 2026.

"Kita akan melakukan penelusuran, semua hal akan kita sisir apakah ada hal yang kurang efisien di pengalokasian penganggarannya, baik itu volume, nilai, dan sebagainya," kata Michael di Balai Kota, dikutip Sabtu (18/4/2026). 

Michael berujar, hasil efisiensi akan dipakai menutup kebutuhan anggaran yang masih kurang, salah satunya subsidi pangan.

"Sebagaimana tadi disampaikan, ini untuk mengisi pos-pos seperti subsidi pangan misalnya yang masih kurang, itu akan kita tambahkan ke sana," ujaf Michael.

Selain itu, Pemprov DKI juga menyiapkan penyesuaian anggaran gaji PJLP karena saat ini masih mengacu pada UMP 2025, sementara UMP 2026 sudah naik.

"Lalu terkait dengan teman-teman PJLP DKI, ini UMP-nya masih menggunakan UMP 2025 sedangkan UMP 2026 sudah diketok mendahului, kan APBD kita cepat keluarnya. Maka nanti akan ada penyesuaian di alokasi anggaran-anggaran yang bersifat wajib dan mengikat," ucap Michael.

Ia menegaskan bahwa langkah efisiensi merupakan tindak lanjut arahan gubernur melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2025 terkait penyesuaian anggaran akibat berkurangnya transfer ke daerah dari pemerintah pusat.

Adapun belanja yang sedang dievaluasi antara lain perjalanan dinas, kegiatan seremonial, belanja pendukung tanpa output terukur, makan-minum, dan hibah.

"Kita melakukan penandaan untuk efisiensi di belanja perjalanan dinas, belanja untuk kegiatan bersifat seremonial, belanja yang bersifat pendukung dan tidak memiliki output yang terukur, lalu belanja makan-minum dan belanja hibah sedang kita lakukan exercise untuk dilakukan efisiensi," ucapnya menandasi.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: