Campak di Indonesia Tinggi, Isu Halal Haram Vaksin Jadi Penyebab

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 20 April 2026 | 16:11 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto/Tangkapan Layar)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto/Tangkapan Layar)

BeritaNasional.com -  Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan tingginya campak di Indonesia. Hal ini karena kesadaran masyarakat menerima vaksin masih rendah. Selain itu juga karena alasan pandemi sehinga fokus vaksinasi pemerintah saat itu pada pemberian vaksin Covid19.

"Nah kita juga tahu campak ini sudah ada vaksinnya, cuma masalahnya waktu Covid sempat bergeser fokus kita memvaksinasi Covid sehingga banyak orang tua yang kemudian lewat campaknya. Karena campak ini vaksinasinya kalau saya enggak salah nanti harus tiga kali," ujar Budi saat rapat kerja Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (20/4/2026).

Kondisi ini juga diperparah dengan munculnya isu vaksin campak haram. Sehingga menciptakan ketakutan kepada para orang tua untuk memberikan vaksin campak kepada anaknya.

"Dan yang kedua memang ini ada isu halal haram vaksin ini, jadi sempat ramai dan agak susah masuknya," jelas Budi.

Ia menegaskan, vaksin memilki kandungan yang sama dengan vaksin meningitis yang diberikan kepada jemaah haji dan umrah.

"Jadi kalau kita ngomong wah ini bahannya gimana gitu, ya artinya meningitis kalau ini enggak boleh disuntikkan oleh orang tua ke anaknya, artinya semua orang tua yang mau naik haji umrah, ya dia disuntikkan dengan bahan yang sama juga dengan yang dipakai di vaksin Campak Rubella ini ya," ungkapnya.

Tingkat ketidakpercayaan orang tua memberikan vaksin campak yang sangat tinggi membuat pemerintah kesulitan menyakinkan orang tua memberikan vaksin campak kepada anaknya.

"Dan sekali lagi susahnya apa, susahnya hanya meyakinkan orang tua bahwa anaknya divaksinasi," kata Budi.

"Jadi dengan adanya beberapa kasus yang anaknya meninggal, itu secara berita membantu kita tuh. Kenapa? Karena orang tuanya jadi lebih apa, lebih ingin anaknya divaksinasi. Karena masalah utama di Campak Rubella ini adalah golongan yang tidak percaya ke vaksinasi itu besar sekali ya. Padahal ini justru yang mematikan anak-anak kita," pungkasnya.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: