Friendster Kembali dengan Konsep Medsos Anti-Mainstream

Oleh: Kiswondari
Jumat, 01 Mei 2026 | 07:27 WIB
Aplikasi media sosial, Friendster. (BeritaNasional/Friendster)
Aplikasi media sosial, Friendster. (BeritaNasional/Friendster)

BeritaNasional.com - Friendster adalah salah satu pelopor media sosial (medsos) yang muncul pada awal 2000-an, di saat ponsel pintar belum populer seperti hari ini. Medsos yang tutup pada 2015 lalu karena kalah bersaing dengan My Space dan Facebook kala itu, kini kembali lagi dengan konsep anti-mainstream.

Jika kini semua medsos penuh dengan iklan, pesan spam, bahkan data penggunanya diperjualbelikan secara ilegal, Friendster kembali dengan konsep tanpa iklan, tanpa algoritma, tanpa spam dan juga jaminan privasi data pengguna. 

"Friendster membantumu untuk terhubung dengan orang-orang yang benar-benar dikenal. Tanpa iklan, tanpa algoritma, tanpa spam. Dan kami tidak akan pernah menjual datamu," tulis Friendster yang dikutip di laman Friendster.com, Jumat (1/5/2026). 

Friendster mengusung konsep utama yakni, membangun pertemanan di dunia nyata. Cara untuk menambahkan teman dibuat lebih privat (phone-to-phone), baru kemudian bisa berbagi pesan dan unggahan untuk teman-teman yang benar-benar dikenal di dunia nyata, bukan hanya pengikut asing.

"Jejaring sosial pribadi yang didesain untuk membantu pengguna tetap dekat dengan orang yang benar-benar ditemui," tulis Frienster.

Jika medsos sering menawarkan orang asing untuk masuk pertemanan, Friendster menuliskan bahwa pihaknya tidak akan menyarankan orang asing untuk terhubung dengan pengguna. 

Namun, perusahaan pengembangnya, Friendster Labs Inc. baru menyediakan aplikasi medsos ini di AppStore yang ditujukan untuk pengguna iOs di iPhone dan iPad.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: