Kuba: AS Lancarkan Perang Ekonomi

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Kamis, 07 Mei 2026 | 03:00 WIB
Negara Kuba (Foto/Pixabay)
Negara Kuba (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez Parrilla menuduh Amerika Serikat (AS) meningkatkan tekanan ekonomi terhadap negara kepulauan itu.

"Pemerintah (AS) terus mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer terhadap (Kuba) karena 'negara itu hancur' dan akan menjadi suatu kehormatan untuk membebaskannya," sindir Rodriguez di platform X.

"Hal sinis dan munafik dari (tindakan) ini adalah bahwa AS selama beberapa dekade telah berupaya menghancurkan negara itu dengan melancarkan perang ekonomi. Pemerintah AS melakukannya dengan semangat lebih besar dalam dua bulan terakhir melalui penerapan dua Perintah Eksekutif yang bersifat genosida," ujarnya.

Rodriguez mengatakan, pembatasan ekonomi serta kemungkinan aksi militer akan melanggar hukum internasional dan merupakan kejahatan internasional.

"Baik blokade ekonomi dan pengepungan energi maupun langkah-langkah koersif ekstrateritorial yang baru. Ancaman serangan militer dan agresi itu sendiri adalah kejahatan internasional," katanya.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membantah pemerintahnya memberlakukan blokade minyak terhadap Kuba meski AS mengancam menerapkan tarif terhadap negara mana pun yang menjual minyak ke Kuba.

"Tidak ada blokade minyak terhadap Kuba, secara spesifik," kata Rubio dalam konferensi pers.

Kuba saat ini menghadapi krisis bahan bakar dan pemadaman listrik yang meluas setelah AS memberlakukan embargo minyak pada 30 Januari.

Presiden AS Donald Trump berulang kali mengatakan, Kuba adalah target selanjutnya setelah operasi militer terhadap Iran. Ia juga menyebut negara Karibia itu akan segera gagal.


Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: