Batal Pakai BSF, Menkeu Purbaya Gunakan Kas Pemerintah dan SAL Tuk Kendalikan SBN

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 11 Mei 2026 | 22:29 WIB
Menteri Keuangan Purbaya (Beritanasional/Oke Atmadja)
Menteri Keuangan Purbaya (Beritanasional/Oke Atmadja)

BeritaNasional.com - Pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pihaknya mengurungkan rencana untuk mengaktifkan dana stabilisasi obligasi atau bond stabilization fund (BSF) dan memilih untuk mengandalkan kas pemerintah serta Saldo Anggaran Lebih (SAL).

Menkeu menjelaskan, dana stabilisasi obligasi atau BSF didesain untuk menjadi penyangga ketika terjadi krisis. Sementara saat ini, Indonesia tidak dalam kondisi krisis ekonomi.

“Mungkin belum kami aktifkan bond stabilization fund, tapi stabilisasi harga bond dulu. Beda rupanya, kalau bond stabilization fund itu kalau krisis, baru kita panggil semuanya. Ini kan nggak krisis,” kata Purbaya dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Untuk menstabilkan harga obligasi, Purbaya bakal mengoptimalkan seluruh instrumen yang ada, termasuk manajemen kas serta SAL. Menurutnya, kedua instrumen itu sudah cukup untuk mengendalikan harga Surat Berharga Negara (SBN).

Dengan demikian, Menkeu pun tidak berencana melibatkan lembaga maupun institusi lain seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) atau Indonesia Investment Authority (INA) untuk saat ini.

“Kita kelola kas saja supaya bond lebih stabil. Yang kita pakai bisa SAL, bisa kas kita. Jadi, nanti unit perbendaharaan saya akan lebih aktif, dia akan seperti perbendaharaan di sektor swasta,” jelas Menkeu.

Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan rencana mengaktifkan dana stabilisasi obligasi pada Rabu (6/5/2026) lalu. Langkah tersebut bertujuan menjaga pasar surat utang tetap stabil dan tidak mudah digoyang investor asing. Langkah tersebut juga diharapkan dapat mencegah gejolak di pasar keuangan domestik dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Menkeu menilai, tekanan di pasar obligasi dalam beberapa bulan terakhir dipicu arus keluar modal asing dari pasar surat utang domestik yang mendorong kenaikan imbal hasil (yield) secara cepat.

Dalam konteks itu, Purbaya mulanya menyiapkan BSF untuk menstabilkan pasar obligasi atau surat utang dengan membeli kembali (buyback) SBN di pasar sekunder yang dilepas oleh investor. Strategi itu dilakukan untuk menjaga imbal hasil SBN agar tetap stabil, sehingga investor asing yang menyimpan surat utang tidak mengalami kerugian modal (capital loss).

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: