Kemenkes Beberkan Cara Aman Simpan Daging Kurban agar Tak Terkontaminasi

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 13 Mei 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi daging kurban (Foto/Pixabay)
Ilustrasi daging kurban (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, kontaminasi penyakit zoonosis masih bisa terjadi saat mengelola daging kurban.

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan, keamanan daging kurban perlu dijaga sejak diterima, disimpan, dimasak, hingga daging matang yang disimpan.

"Perlunya dipastikan bahwa daging kurban yang dibagikan itu dalam keadaan segar," kata Andi di Gedung Bakom RI, Rabu (13/5/2026).

Selanjutnya, daging kurban yang diterima harus segera dimasak. Namun, penyimpanan bisa dilakukan di dalam freezer.

"Jika belum akan dimasak maka daging kurban harus disimpan di kulkas pada suhu kurang dari 5 derajat Celcius dan ini bisa bertahan sampai 4 hari," ujar Andi.

"Dan jika masih ada atau akan digunakan dalam waktu lama maka daging kurban sebaiknya disimpan pada suhu freezer yakni antara minus 18 derajat Celcius lebih kecil lagi yakni sampai
dengan minus 20 derajat Celcius. Dan ini bisa bertahan sampai 3 bulan," tambah dia.

Selanjutnya ketika memasak daging kurban, disarankan untuk dimasak hingga matang. Hal tersebut bertujuan untuk mematikan bakteri penyebab penyakit antraks.

Selanjutnya untuk menyimpan daging yang sudah matang, jika daging yang sudah matang dalam keadaan jumlah besar maka sebaiknya disesuaikan porsi untuk hari tersebut. 

"Selebihnya daging matang dibagi dalam porsi kecil untuk disimpan di suhu kulkas dan dapat diambil pada hari berikutnya sesuai kebutuhan," tandasnya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: