5 Peserta SPPI Meninggal, DPR Desak Kemhan Hentikan Latihan Militer

Oleh: Ahda Bayhaqi
Minggu, 28 Juni 2026 | 06:40 WIB
Pekerja menata produk yang dijual di gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (27/8/ 2025).   (Berita nasional.com/Oke Atmaja)
Pekerja menata produk yang dijual di gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (27/8/ 2025). (Berita nasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, mendesak Kementerian Pertahanan menghentikan sementara Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Desakan itu disampaikan setelah jumlah peserta yang meninggal dunia dilaporkan mencapai lima orang.

"Peristiwa meninggalnya lima orang calon manajer Kopdes Merah Putih ini merupakan masalah yang sangat serius. Jangan anggap enteng hilangnya nyawa manusia. Karena itu, saya mendesak Kementerian Pertahanan menghentikan sementara pelaksanaan Latsarmil dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut," ujar Oleh dalam keterangannya, dikutip Minggu (28/6/2026).

Menurut Oleh, Kementerian Pertahanan tidak boleh menyepelekan insiden yang merenggut nyawa para peserta. Ia menegaskan, para peserta merupakan putra-putri terbaik bangsa yang memiliki semangat untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat melalui program Kopdes Merah Putih.

"Mereka adalah anak-anak bangsa yang berjuang untuk mendukung keberhasilan program Kopdes Merah Putih dengan mendaftarkan diri sebagai calon manajer. Karena itu, setiap kejadian yang menyebabkan hilangnya nyawa harus menjadi perhatian serius dan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa," ujarnya.

Oleh juga meminta dilakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan pelatihan bagi calon manajer Kopdes Merah Putih.

Menurutnya, pola pelatihan harus disesuaikan dengan latar belakang peserta yang berasal dari masyarakat sipil, bukan prajurit militer.

"Harus ada evaluasi dan perbaikan total terhadap pola pembinaan serta pelatihan yang diberikan. Mereka adalah masyarakat sipil sehingga pelatihan fisik yang dilakukan tidak boleh terlalu berat. Mereka bukan tentara dan tentu kemampuan fisiknya tidak sama dengan prajurit yang telah menjalani pendidikan kemiliteran," ucapnya.

Oleh menegaskan, tujuan utama program SPPI dan Kopdes Merah Putih adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola koperasi serta menggerakkan pembangunan ekonomi desa.

Karena itu, aspek keselamatan dan kesehatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelatihan.

"Kementerian Pertahanan harus melakukan evaluasi menyeluruh, mengungkap penyebab meninggalnya para peserta secara transparan, serta memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," pungkasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: