2 Peserta SPPI Kopdes Meninggal, DPR Dorong Evaluasi Aspek Kesehatan dan Keselamatan

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 24 Juni 2026 | 13:10 WIB
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk mengevaluasi aspek kesehatan, keselamatan, dan prosedur pelaksanaan.

Kemhan juga didesak untuk mengevaluasi pendampingan peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil), peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 secara menyeluruh. Hal tersebut terjadi setelah dua peserta meninggal dunia.

Menurut Hasanuddin, evaluasi diperlukan supaya tidak kembali terjadi peserta yang wafat ketika mengikuti pelatihan dasar militer.

"Peristiwa ini tentu menjadi perhatian serius dan diharapkan dapat dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan, keselamatan, prosedur pelaksanaan, serta pendampingan peserta agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari," katanya kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).

"Kami juga menunggu hasil penelusuran dan penjelasan resmi dari pihak terkait," ucapnya.

Hasanuddin menyampaikan dukacita kepada dua korban meninggal dunia calon pengelola Koperasi Desa (Kopdes).

"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya dua calon pengelola Kopdes dan koperasi nelayan dalam kegiatan latihan tersebut," katanya.

Kemhan RI menyampaikan dukacita atas wafatnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 yang mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI.

Peserta pertama atas nama Anisa Muyassaroh mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 yang telah mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit. 

“Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan tertulis pada Selasa (23/6/2026).

Sementara itu, peserta kedua Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis, sebelum dirujuk ke rumah sakit. 

“Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung),” lanjut Rico.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: