Rentetan Dokter Internship Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 05 Mei 2026 | 10:01 WIB
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Netty Prasetiyani. (Foto/istimewa)
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Netty Prasetiyani. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menilai rangkaian peristiwa meninggalnya sejumlah dokter peserta magang dalam beberapa waktu terakhir merupakan alarm untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Menurutnya ada persoalan sistemik dalam pemagangan dokter di Indonesia.

"Ini bukan sekadar musibah, tetapi dapat dimaknai sebagai sinyal adanya persoalan sistemik yang harus segera dibenahi. Para dokter muda tidak boleh menjadi korban akibat sistem yang kurang sempurna," kata Netty dikutip dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Netty menilai, ada ketidakjelasan status peserta magang di antara posisi peserta didik dan tenaga layanan kesehatan.

"Kondisi ini berdampak pada lemahnya perlindungan hak, termasuk terkait jam kerja, jaminan kesehatan, serta kepastian kesejahteraan," jelasnya.

Netty juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap sistem supervisi dan pendampingan di lapangan. Program magang seharusnya menjadi proses pembelajaran untuk membangun kompetensi dan kemandirian, bukan menggantikan peran tenaga medis penuh tanpa pengawasan memadai.

"Banyak laporan yang menunjukkan beban kerja tinggi, bahkan melebihi batas, serta minimnya pendampingan. Ini berisiko tidak hanya bagi dokter muda, tetapi juga bagi keselamatan pasien," tuturnya.

Netty juga menyoroti lemahnya sistem pengawasan dan pelaporan. Ia menyebut masih banyak peserta internship yang enggan melaporkan kondisi kerja yang tidak ideal karena khawatir berdampak pada penilaian dan kelulusan mereka.

Untuk itu, Netty mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, segera melakukan langkah konkret, antara lain dengan melakukan evaluasi nasional terhadap seluruh wahana internship, memperkuat sistem supervisi, serta memastikan adanya mekanisme pengaduan yang aman dan independen.

Ia juga mendorong pembentukan tim investigasi yang transparan dan akuntabel guna mengungkap penyebab pasti dari rangkaian kasus tersebut, sekaligus merumuskan perbaikan kebijakan ke depan.

"Keselamatan dokter adalah bagian dari keselamatan pasien. Kita tidak boleh menutup mata. Ini momentum untuk melakukan pembenahan total," pungkasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: