Komisi IX DPR Dukung Ahli Gizi dan Dokter Anak Masuk Dewan Pengarah BGN

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 10 Juni 2026 | 07:55 WIB
Program Makan Bergizi Gratis. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Program Makan Bergizi Gratis. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Komisi IX DPR mendukung langkah penguatan struktur Dewan Pengarah Badan Gizi Nasional (BGN) yang diisi oleh ahli gizi serta dokter anak.

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menilai, pelibatan ahli gizi menjadi penting untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar ilmiah dan berorientasi pada keselamatan dan kualitas gizi penerima manfaat.

"Program gizi nasional harus berbasis ilmu pengetahuan, bukan sekadar pelaksanaan teknis. Kehadiran para pakar gizi dan dokter anak dalam Dewan Pengarah adalah langkah penting untuk memastikan kualitas kebijakan tetap terjaga," ujar Netty dikutip dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Penguatan struktur kelembagaan BGN menjadi langkah penting dalam upaya pembenahan tata kelola program MBG.

Netty mengingatkan, setiap program yang menyangkut kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, harus memiliki standar keamanan dan pengawasan yang ketat.

"Program MBG menyasar kelompok rentan, yaitu anak-anak. Karena itu aspek keamanan pangan, kecukupan gizi, dan pengawasan distribusi harus menjadi prioritas utama," ujarnya.

Politikus PKS ini juga menyoroti pentingnya fungsi Dewan Pengarah sebagai pengarah kebijakan berbasis bukti agar implementasi program di lapangan tidak menyimpang dari tujuan utama.

"Dewan Pengarah harus benar-benar berfungsi sebagai ruang kendali ilmiah dan etis, memastikan setiap kebijakan yang dijalankan tetap berada pada rel yang tepat," ujarnya.

Terkait pelantikan pimpinan baru BGN, Netty berharap momentum ini dapat menjadi titik awal penguatan tata kelola lembaga secara menyeluruh, termasuk dalam aspek transparansi dan akuntabilitas.

"Perubahan kepemimpinan ini harus menjadi momentum perbaikan menyeluruh, agar kepercayaan publik terhadap program gizi nasional semakin kuat," kata Netty.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: