Kasus Febrie Adriansyah Diduga Upaya Melemahkan Kejaksaan

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:42 WIB
Tersangka eks Jampidsus Febrie Adriansyah setelah diperiksa di Kejagung. (BeritaNasional/Panji)
Tersangka eks Jampidsus Febrie Adriansyah setelah diperiksa di Kejagung. (BeritaNasional/Panji)

BeritaNasional.com - Pengamat Hukum Pidana Kamilov Sagala menilai isu dan narasi negatif yang belakangan mengarah kepada mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, patut diduga merupakan bagian dari strategi corruptor fights back untuk melemahkan institusi Kejaksaan.

Menurut Kamilov, kemunculan isu terkait dugaan penemuan aset yang berkembang di ruang publik dinilai dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, termasuk para pengacara koruptor, sebagai upaya membendung langkah Kejaksaan dalam mengusut perkara korupsi berskala besar.

Ia mengatakan, serangan terhadap figur yang selama ini dikenal aktif menangani perkara tindak pidana khusus merupakan pola yang kerap muncul ketika lembaga penegak hukum menunjukkan kinerja yang signifikan.

"Dari berbagai kasus besar yang ditangani Pidsus, Kejaksaan bisa menyita hingga ratusan triliun rupiah. Prestasi ini mengungguli penegak hukum lain. Maka ketika timbul narasi yang menyerang figur sentralnya seperti Febrie, ini jelas dimanfaatkan lawan untuk membendung agresivitas Kejaksaan," ujar Kamilov dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).

Kamilov menilai keberhasilan Kejaksaan Agung, khususnya bidang Pidsus, dalam mengungkap sejumlah perkara korupsi besar telah mengganggu kepentingan para pelaku korupsi maupun mafia hukum. Karena itu, menurutnya, isu yang diarahkan kepada Febrie dijadikan sarana membangun opini publik untuk melemahkan kepercayaan terhadap proses penegakan hukum.

"Ini adalah upaya membendung keberhasilan yang selama ini diraih. Ibarat kata, prestasi besar yang dibangun bertahun-tahun coba digoyang lewat propaganda dalam sekejap," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menduga serangan balik tersebut dirancang untuk memengaruhi psikologis para penyidik agar tidak lagi agresif mengusut perkara korupsi yang melibatkan aktor-aktor besar.

Meski demikian, Kamilov menilai respons terbaik terhadap berbagai tudingan tersebut adalah tetap menjaga konsistensi dalam proses penegakan hukum.

"Langkah paling nyata untuk menjawab serangan ini adalah dengan konsistensi penegakan hukum. Jika di tingkat banding Jaksa Jampidsus mampu membuktikan secara lugas dan substansial kesalahan para terdakwa, maka kepercayaan publik akan semakin menguat dan serangan balik tersebut akan mentah dengan sendirinya," pungkas Kamilov.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: