Polsek Menteng Didatangi Massa, Imbas Korban Tewas Bentrokan di Jalan Tambak

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 26 Juli 2026 | 22:42 WIB
Massa datangi Polsek Menteng (Beritanasional/Bachtiar)
Massa datangi Polsek Menteng (Beritanasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Polsek Metro Menteng malam ini ditangani sejumlah massa diduga imbas dari insiden bentrokan yang memakan korban jiwa di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).

“Iya, pihak keluarganya kelompok pemuda itu datang, tapi nggak digeruduk,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra saat dihubungi.

Roby menyebut jika massa yang datang ke Polsek Metro Menteng ini adalah kelompok dari pemuda inisial K (23) yang tewas setelah sempat dievakuasi bersama korban lainnya berinisial DS ke RSCM.

“Iya pihak yang meninggal tadi,” ucapnya.

Kendati begitu, Roby memastikan kondisi di lokasi masih kondusif setelah massa yang datang berhasil dijelaskan aparat kepolisian. Walaupun, sampai saat ini massa didominasi pria ini masih ramai memadati area polsek

“Situasi (saat ini) biasa saja. masih rame tapi kondusif. (Polisi siaga) Masih,” tukasnya.

Polisi Tangkap 3 Orang

Sebelumnya, Polisi telah menangkap tiga orang terkait kasus dugaan penganiayaan berujung jatuhnya korban saat bentrokan dua kelompok di di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Elisa Partomuan Hutagalung menyebut ketiga orang yang ditangkap inisial S,T, dan U yang diduga terlibat penganiayaan terhadap K dan DS. 

“Dan kami secara penegakan hukum telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat di dalam melakukan penganiayaan tersebut yaitu saudara S, saudara T, dan saudara U yang saat ini sudah diamankan di Polsek Menteng. Dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengetahui asal-muasal peristiwa tersebut,” kata Reynold kepada wartawan, Minggu (26/7/2026).

Ketiganya ditangkap untuk diperiksa kepolisian, guna menetapkan status hukumnya. Diketahui dari aksi S, T, dan U dalam bentrokan ini telah memakan korban inisial K (23) yang tewas setelah sempat dievakuasi bersama korban lainnya berinisial DS ke RSCM.

“Dan mengakibatkan warga spontan karena merasa bahwasanya terusik warga lingkungan sekitar, sehingga melakukan pelemparan yang mengakibatkan dua orang di lokasi ini harus dievakuasi dengan kepolisian ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dengan inisial yang satu atas nama inisial K, dan yang satu DS,” kata Reynold.

“Kami juga turut berduka cita bahwasanya dengan informasi yang ada, saudara K umur 23 telah meninggal dunia,” lanjut dia.

Atas kejadian ini, Reynold menambahkan, penyidik juga memeriksa pihak-pihak diduga terlibat dalam pengrusakan gerobak pedagang UMKM dan dugaan pemukulan terhadap warga yang menjadi awal perselisihan. Total ada 15 orang telah diperiksa dengan membagi mereka ke beberapa klaster kasus untuk memudahkan penyelidikan.

“Pemeriksaan secara intensif itu sejumlah kurang lebih 15 orang. Namun untuk klastering dalam peristiwa-peristiwa, kami beda-bedakan. Jadi terkait dengan peristiwa yang ada di Matraman, Matraman Dalam, dan peristiwa di Jalan Tambak ini kami pisahkan. Mana korban ataupun yang patut diduga sebagai pelaku, tentunya itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Reynold.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: