Nanik Deyang Mundur, Komisi IX: Momentum Perbaikan Total Program MBG

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 22 Juli 2026 | 11:39 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengikuti rapat kerja perdananya bersama komisi IX DPR. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengikuti rapat kerja perdananya bersama komisi IX DPR. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menilai, pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) harus menjadi momentum melakukan perbaikan menyeluruh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan menanggapi Nanik S Deyang mengundurkan diri sebagai Kepala BGN karena alasan kesehatan.

"Pertama, saya menghormati keputusan Ibu Nanik untuk mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Saya mendoakan agar beliau diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan segera pulih," kata Charles kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).

"Namun, pergantian pimpinan tidak boleh dipandang sekadar pergantian figur. Yang jauh lebih penting adalah momentum untuk melakukan perbaikan menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis," sambungnya.

Charles berharap, pimpinan BGN yang menggantikan Nanik harus berani melakukan evaluasi dan mendesain ulang program MBG agar lebih akuntabel dan menyesuaikan kemampuan fiskal negara.

"Selama ini kita melihat berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG, mulai dari kasus keracunan massal, persoalan tata kelola, hingga dugaan konflik kepentingan. Karena itu, siapa pun yang memimpin BGN ke depan harus berani melakukan evaluasi dan redesign program agar lebih tepat sasaran, lebih aman, lebih akuntabel, dan sesuai dengan kemampuan fiskal negara," tegasnya.

Komisi IX DPR akan mengawasi proses pergantian pimpinan BGN agar tidak hanya sekadar pergantian jabatan. Menurut Charles, siapapun yang memimpin harus memastikan program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya.

"Kami di Komisi IX DPR tentu akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan pergantian kepemimpinan ini menjadi awal perbaikan, bukan sekadar pergantian jabatan. Yang terpenting bukan hanya siapa yang memimpin, tetapi apakah rakyat benar-benar mendapatkan manfaat dari program ini secara aman, efektif, dan berkelanjutan," pesan politikus PDI Perjuangan itu.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: