Kubu Sony Sonjaya Sebut Nanik Sudah Seharusnya Mundur dari Kepala BGN
BeritaNasional.com - Kubu tersangka mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mewajarkan keputusan Nanik S Deyang yang memang sudah seharusnya mundur dari jabatan Kepala BGN.
Hal itu disampaikan pengacara Sony, Krisna Murti seiring dengan proses penyidikan kasus korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih terus dikembangkan Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Sudah seharusnya, gitu loh. Kalau ya kan dia berada di dalam pusaran dugaan dalam korupsi BGN itu sendiri," kata Krisna saat dihubungi, Rabu (22/7/2026).
Karena, lanjut Krisna, sudah sejak awal dirinya meminta Kejagung memeriksa Nanik untuk membuat jelas duduk perkaranya. Karena, Nanik turut masuk dalam 47 daftar nama diduga terlibat korupsi MBG yang diserahkan Sony ke penyidik.
"Harusnya nama NSD yang sudah dilontarkan dalam daftar 47 nama itu dipanggil pihak kejaksaan. Itu yang kami minta sejak awal," tegas Krisna.
Di sisi lain, Krisna memandang seharusnya penyidik Kejagung memeriksa Nanik terlebih dahulu, sebelum yang bersangkutan fokus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
"Paling tidak bisa dicek dulu oleh dokter Kejaksaan, apakah orang ini masih bisa menjalani pemeriksaan atau tidak. Ya kan yang pasti dipanggil dulu ya kan NSD," ucap dia.
Sebelumnya, Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek Sudaryati Deyang mengumumkan pengunduran dirinya, karena harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri dan telah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.
Naniek menyampaikan dirinya dijadwalkan berangkat ke luar negeri pada Rabu (22/7/2026) untuk menjalani pengobatan lanjutan atau second opinion terkait kondisi kesehatannya.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7/2026), saya berangkat," ujar Naniek dalam status di akun media sosial Facebook-nya.
Ia menegaskan keputusan berobat ke luar negeri bukan karena tidak mempercayai kemampuan tenaga medis di Indonesia, melainkan untuk memperoleh pendapat medis kedua.
"Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," katanya.
Naniek mengaku telah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo mengenai keputusannya mundur sebagai Kepala BGN. Menurutnya, Kepala Negara menyetujui pengunduran diri tersebut dengan mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya. Karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui," ucapnya.
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 22 jam yang lalu






