Prabowo Resmikan Operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Jatim dan Jateng

Oleh: Lydia Fransisca
Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:26 WIB
Prabowo resmikan operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (Foto/Setpres)
Prabowo resmikan operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (Foto/Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada Sabtu (16/5/2026). 

Program untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa itu diresmikan di Koperasi Desa Merah Putih Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Adapun sebanyak 1.061 koperasi yang mulai beroperasi terdiri dari 530 unit di Jawa Timur dan 531 unit di Jawa Tengah. 

Sebelum peresmian, Prabowo meninjau fasilitas koperasi dan kesiapan distribusi pangan serta pengelolaan hasil pertanian.

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut peresmian tersebut menjadi tonggak penting karena pemerintah mampu mengoperasikan lebih dari seribu koperasi dalam waktu singkat.

“Hari ini adalah hari yang penting, adalah tonggak bersejarah,” kata Prabowo.

Ia berujar, operasionalisasi koperasi dilakukan lengkap dengan bangunan, gudang, sistem logistik hingga kendaraan operasional.

“Saya kira kalau dicari di negara-negara lain pun, apalagi di sejarah bangsa kita, kalau kita cari ada suatu negara, suatu pemerintahan yang meresmikan operasionalisasi seribu lebih koperasi secara fisik, gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada,” ujar Prabowo.

Lebuh lanjut, Prabowo juga menyoroti percepatan pembangunan koperasi yang disebut baru dimulai pada November 2025.

“Dalam tujuh bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi,” ucap Prabowo.

Menurut dia, jumlah koperasi yang secara fisik telah siap bahkan mencapai lebih dari 9.000 unit.

“Tetapi, tadi dilaporkan oleh Menko Pangan, secara fisik yang sudah siap adalah lebih dari 9.000, 9.000 gedung, 9.000 gudang, 9.000 sistem. Saya kira ini prestasi bagi bangsa Indonesia,” tandasnya.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: